ITS Sukses Jadi Jawara di Ajang Motor Listrik Nasional

SURABAYA (Suarapubliknews) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi di ajang bergengsi nasional. Melalui inovasi konversi motor bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik, ITS melalui tim Anargya berhasil meraih juara pertama dalam ajang PLN Innovation & Competition in Electricity (ICE) 2022 yang diselenggarakan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Ketua tim Anargya dalam PLN ICE 2022, Febrian Dwi Saputra, mengungkapkan, timnya berhasil menciptakan sebuah motor yang efisien dalam penggunaan bahan bakar listrik serta tangguh yang diberi nama “Thevin EV”.

Motor ini mengusung konsep retro modern dengan mangadaptasi desain dan spesifikasi yang menyesuaikan standar yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Thevin EV ini selain ramah lingkungan juga sudah lolos sertifikasi tentunya,” katanya.

Adapun inovasi yang diangkat oleh tim Anargya adalah konsep restorasi kepada kendaraan motor yang sudah dianggap tua menjadi kendaraan ramah lingkungan dan berstandar layak jalan. “Thevin EV dengan konsep retro modern-nya adalah sebuah jawaban dari kendaraan listrik di Indonesia yang secara visual masih kurang menarik minat masyarakat,” tutur Febrian.

Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS ini melanjutkan, pembuatan Thevin EV mengedepankan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) lebih dari 70 persen. Artinya, lebih dari 70 persen komponen motor ini merupakan buatan dalam negeri.

Salah satunya yakni penggunaan motor dari Braja Electric Motor yang merupakan karya anak bangsa. “Di sisi baterai, kami menggunakan dua baterai motor GESITS, sehingga mampu menempuh jarak tempuh hingga 100 kilometer,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Febrian menerangkan bahwa tim Anargya juga berhasil memasukkan komponen ciptaan sendiri ke dalam motor Thevin EV. Komponen tersebut adalah sebuah display yang mampu memberikan informasi kepada pengendara tentang kecepatan, odometer, kapasitas baterai, dan masih banyak lagi. Tim juga melengkapi Thevin EV dengan sistem hidrolis, sehingga mempermudah untuk melakukan perawatan dan penggantian baterai.

Febrian mengungkapkan bahwa dukungan dari Science Techno Park (STP) ITS berhasil membuat motor Thevin EV selesai tepat waktu. Pasalnya, tim hanya memiliki waktu yang singkat untuk melakukan implementasi modifikasi dan konversi motor sesuai dengan proposal yang mereka buat. “Kami mendapat bimbingan dari STP ITS, sehingga motor ini dapat kami selesaikan tepat waktu dalam waktu 1,5 bulan,” ujarnya.

Menutup penjelasannya, Febrian berharap semoga prestasi timnya ini dapat menjadi motivasi bagi generasi berikutnya agar terus berkarya dan berinovasi untuk negeri, khususnya di bidang kendaraan listrik. “Kita sangat berharap agar Indonesia dapat menjadi negara yang hijau dan tanpa emisi (gas buang),” pungkasnya. (Q cox, tama dini)

Reply