Jadi Relawan Covid 19, Mahasiswa ITS Dikonversikan Magang atau KP

SURABAYA (Suarapubliknews) – Banyak mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat ini turut terlibat langsung dalam riset maupun produksi inovasi ITS untuk mengatasi Covid-19 di Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi dan untuk membantu agar lulus tepat waktu, ITS mengeluarkan kebijakan agar mahasiswa yang menjadi relawan Covid-19 bisa dianggap sebagai magang atau Kerja Praktik (KP) untuk memenuhi kewajiban perkuliahan.

Direktur Kemahasiswaan ITS, Dr Imam Abadi ST MT mengatakan, jika hal tersebut merupakan salah satu terobosan pada mahasiswa yang kesulitan mencari tempat magang atau kerja praktik pada masa pandemi virus Corona saat ini.

“Sebab, banyak perusahaan atau industri yang menghentikan sementara program magang atau kerja praktik mereka,” katanya.

Beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh mahasiswa untuk menjadi relawan meliputi pembuatan pelindung wajah (face shield), hand sanitizer, chamber disinfeksi, ventilator, dan masih banyak lagi.

“Person In Charge (PIC) dari masing-masing kegiatan tersebut yang berhak menentukan siapa dan berapa banyak mahasiswa yang dapat bergabung dalam tim mereka,” ujar Imam.

Bagi mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah magang atau KP pada semester ini, mereka tinggal menghubungi pihak departemen untuk mendiskusikan apakah kegiatan menjadi relawan bisa dianggap sebagai magang (KP) atau tidak.

Sedangkan bagi yang belum mengambil mata kuliah tersebut, mereka bisa langsung saja menghubungi pihak departemen juga. Baru bisa mengambil mata kuliah magang atau KP pada semester berikutnya.

Namun, Imam menegaskan, jika keputusan apakah kegiatan menjadi relawan Covid-19 ITS bisa dianggap sebagai magang atau KP tetap tergantung pada masing-masing departemen. “Memang tidak semua departemen bisa mengonversi kegiatan (relawan) tersebut,” ungkapnya.

Sebab, masing-masing departemen akan mempertimbangkan apakah kegiatan tersebut dapat memenuhi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dari mata kuliah magang/KP pada departemen tersebut atau tidak. Akan tetapi Imam memastikan juga semua mahasiswa yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 ITS akan mendapatkan SKEM yang merupakan salah satu persyaratan lulus.

Dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut berharap, jika kebijakan tersebut dapat membantu mahasiswa dalam memenuhi kewajiban akademik agar tetap bisa lulus pada waktunya meski terimbas pandemi ini. Khususnya mahasiswa Fakultas Vokasi yang mendapatkan mata kuliah magang dengan SKS yang cukup besar. (q cox, tama dinie)

Reply