Jika Nantinya Adi Sutarwijono Jabat Ketua DPRD Surabaya (Definitif), Ini Pesan Pengamat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Saat acara pelantikan 50 anggota DPRD Surabaya periode 2019-2014 tadi siang, sosok Adi Sutarwijono cukup disorot oleh banyak kalangan karena mendapatkan posisi sebagai Ketua (Sementara) DPRD Surabaya.

Salah satunya dari Surochim Abdul Salam pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), yang mengatakan bahwa Adi Sutarwijono akan menghadapi tantangan yang sungguh tidak ringan di tengah situasi politik intern partainya, jika belakangan posisinya didefinitifkan

“Tidak saja dituntut uuntuk bisa menjaga soliditas internal anggota PDIP sekaligus dituntut untuk bisa rekonsiliatif guna menjaga keseimbangan,” ucap Surochim. Sabtu (24/08/2019).

Menurut dia, bagaimanapun power Adi Sutarwijono juga belum full terkait dengan tarik ulur dan relasi kuasa antarfaksi di pdip kota. “Sungguh pun demikian mas Awi (Adi Sutarwijono) adalah representatif kehendak DPP jadi dia harus kuat dan legitimatif memimpin DPRD Kota Surabaya,” tandasnya.

Secara faktual, kata Surochim, beliau harus bisa memainkan jurus-jurus menjaga keseimbangan di internal untuk bisa menguatkan posisi itu kedepannya dan bisa mencairkan kebuntuan-kebuntuan komunikasi.

“Saya percaya konflik itu tidak akan terbuka dan manifest sehingga pilihan pendekatan kultural dengan memperbanyak intensitas komunikasi akan segera bisa mencairkan kebekuan-kebekuan yang bisa jadi laten ada di internal anggota PDIP Surabaya. Ya jalan itu tidak ringan,” tuturnya.

Oleh karenanya, Surochim mengingatkan agar Adi Sutarwijono tetap percaya diri bahwa dirinya adalah representasi kehendak DPP dan ditugaskan untuk mengawal tugas kepartaian di Surabaya.

“Beliau harus bisa segera mencairkan kebuntuan-kebutuan komunikasi sehingga bisa fungsional untuk penguatan peran PDIP di parlemen dan tidak terjerumus ke dalam faksi-faksi yang tidak fungsional untuk PDIP sendiri,” pungkasnya. (q cox)

Reply