KABAR GEMBIRA..!!! Wisata Alam Sumber Podang Kembali Dibuka

KEDIRI (Suarapubliknews) – Setelah satu tahun ditutup akibat pandemi covid-19, kini Wisata Sumber Podang di Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri kembali dibuka untuk umum. Sabtu (10/4/2021) kemarin.

Namun karena masih di masa pandemi, maka pembukaan kembali tempat wisata ini diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti kewajiban mengenakan masker, penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu bagi pengunjung.

Tak hanya itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri juga menekankan kewajiban penertiban prokes oleh petugas. Sejumlah titik juga dipasang imbauan kepatuhan bagi setiap pengunjung.

Oleh karenanya, Disparbud Pemkab Kediri juga membentuk tim satgas covid-19 yang bertugas untuk menegakkan/menertibkan aturan protkol kesehatan di lokasi wisata andalan Kabupaten Kediri ini.

Uji coba pembukaan kembali Wisata Sumber Podang ini disambut gembira oleh para pedagang, karena selama pandemi tidak bisa berjualan lantaran sepi pengunjung, bahkan hampir tidak ada sama sekali karena lokasinya memang ditutup.

“Saya senang Sumber Podang dibuka kembali, sudah setahun ini sepi. Pernah dalam sehari hanya mendapat dua ribu rupiah. Semoga pembukaan ini lancar dan wisata disini ramai kembali,” ucap Legirah, salah satu pedagang di lokasi wisata Sumber Podang.

Diketahui bahwa wisata Sumber Podang menawarkan potensi alam yang luar biasa. Pasokan air yang berlimpah dengan adanya Embung Joho dan sungai membuat wilayah tersebut subur dan hijau. Udara yang sejuk dan banyaknya pepohonan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama di lokasi.

Sumber Podang sangat cocok bagi calon pengunjung yang setiap harinya dalam suasana kebisingan perkotaan karena merupakan alam pedesaan, sehingga bisa melepaskan kepenatan yang sekaligus mendapatkan ketenangan.

Di lokasi wisata alam ini, pengunjung bisa menikmati tracking alam menuju Embung Joho, berenang menikmati segarnya air pegunungan, keindahan taman bunga kelir dan river tubing atau olah raga susur sungai. (q cox, Iwan)

Reply