Kasatreskoba Polresta Sidoarjo: Sebagai penerus bangsa, Milenialis harus MERDEKA dari Narkoba

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Momentum HUT (Hari Ulang Tahun) Republik Indonesia ke 75 Tahun tiba, tepatnya pada tanggal 17 Agustus. Sebagai warga Indonesia kita semua pasti sudah tahu bahwa kemerdekaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tidak diraih dengan mudah, namun tenaga, fikiran hingga nyawa pejuang terdahulu para pahlawan dipertaruhkan melawan penjajah.

Tak cukup disitu, sebagai penguat bangsa menuju bangsa yang hebat, ditahun 2020 saat ini kita sebagai warga negara indonesia tetap harus melanjutkan perjuangan sebagai bentuk makna kita. Sebagai generasi milenial, jaman peradapan modern tak luput dari kecanggihan teknologi internet, Sudah menjadi kewajiban sebagai generasi muda meneruskan dan menjaga dengan baik kondisi generasi penerus dengan baik. Menciptakan putra putri bangsa yang hebat untuk NKRI, bebas dari narkoba.

Sebagai penegak hukum khusus penyalah guna narkoba, Kasatreskoba Polresta Sidoarjo AKP M. Indra Nadjib mengatakan bahwa, Perang melawan narkoba ini harus disikapi dengan serius, pasalnya fakta saat ini penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan global di kalangan generasi milenial saat ini.

“Telah menjadi masalah global di banyak negara, termasuk salah satunya negeri tercinta Indonesia,” ungkap nya saat dihubungi via telepon, Rabu (05/08/2020).

Ia menjelaskan, hal itu juga terpantau melalui hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika.

“Angka yang setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut,” tambahnya.

“Generasi milenial Hari ini tidak lagi perlu mengangkat senjata dan turun ke medan perang untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan. Tapi ingat, ada satu perang yang sampai saat ini masih harus dihadapi oleh bangsa Indonesia, terutama generasi milenial, yaitu perang melawan narkoba,” tegas perwira polisi berpangkat tiga balok dipundak itu.

Lanjut Nadjib mengatakan, Angka surve tersebut adalah jumlah yang sangat besar, sejak dini harus menjadi peringatan seluruh warga Indonesia dan seluruh kalangan. Dalam upaya penanganan dan pemberantasan permasalahan narkoba tidak cuma harus dilakukan secara masif tapi juga harus lebih agresif.

“Khususnya bagi generasi yang lahir pada era milenium (tahun 2000 ke atas). Kenapa? Karena, masa depan bangsa dan negara berada di tangan kelompok generasi milenial. Pasalnya, hal itu menjadi ancaman kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, sayangi putra putri bangsa generasi penerus,” harpanya.

Melalui BNN (Badan Narkotika Nasional) Pemerintah sudah melakukan banyak cara dan upaya untuk memerangi narkoba dan membebaskan generasi muda Indonesia dari narkoba. Tapi, pemerintah juga butuh dukungan masyarakat, termasuk para generasi milenial.

“Mari manfaatkan momentum semangat kemerdekaan negeri tercinta di bulan Agustus ini untuk lebih bersemangat dan pantang menyerah memerangi narkoba di Indonesia. Generasi millenial harus bisa menggelorakan semangat membara untuk menyadarkan seluruh komponen bangsa dalam membangun solidaritas sebagai upaya mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika penghancur generasi muda,” pungkasnya. (q cox, drie)

Reply