Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Rumah Sakit di Tanah Bumbu Mulai Penuh

BATULICIN (Suarapubliknews) – Kasus yang terinfeksi Virus Corona (Copid – 19) Di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan tidak terbendung lagi.

Update terbaru hari Kamis (04/06/2020), terkonfirmasi bertambah lagi menjadi 135 orang, dengan rincian yang dirawat 125 orang, sembuh 8 orang dan yang meninggal dunia 2 orang.
Sementara OTG 712 orang dan ODP 43 orang.

OTG dan ODP setiap hari angkanya berubah – rubah, kadang turun kadang naik.

Informasi yang dihimpun media ini, seluruh Rumah sakit di Banjarmasin, Banjarbaru dan Playhari sudah penuh. Oleh sebab itu pasin yang positif terinfeksi Virus Copid – 19 ditampung sendiri oleh Pemkab. Tanbu. Dan ditempatkan dibeberapa hotel yang sudah dikontrak oleh Pemkab. Tanbu yakni Hotel Medina Pagatan Kec. Kusan Hilir, Hotel Hilmar Kec. Batulicin, Hotel Tanah bumbu Sei Kecil Kec. Simpang Empat dan Rusunawa Gunung Tinggi Kec. Batulicin

Kepala Dinas Kesehatan Tanbu H. Setia Budi, SKM ketika dikonfirmasi via WA pada Selasa malam (02/06/2020) mengatakan bahwa Semua pasin positif Corona sudah ditempatkan dibeberapa tempat yang sudah disewa oleh Pemerintah Daerah khusus bagi yang positif Corona, sementara yang reaktif di karantina mandiri dirumah masing – masing.

“Yang positif dimasukan diruang isolasi yg sdh disiapkan oleh pemerintah daerah yakni Hotel Hilmar, Hotel Tanah Bumbu, Hotel Madina dan Rusunawa
dan yg reaktif ditempatkan di masing-masing rumah atau karantina mandiri,” tutur Budi

Ditambahkannya untuk tenaga kesehatan baik perawat maupun dokter ditugaskan secara bergantian selama 7 sd 14 hari kedepan dimasing – masing tempat karantina.

“Kami juga sudah meminta bantuan dari TNI dalam hal ini Kodim 1022 TNB, Kepolisian dalam hal ini Polres Tanbu dan Pol – PP dan Damkar dan dibantu oleh tenaga medis untuk melakukan penjagaan di tempat – tempat karantina” bebernya.

Humas Gugus Tugas Darurat Copid -19 Kab. Tanbu Ardiansyah, S.Sos. saat dikonfirmasi terkait dengan peningkatnya jumlah yang terinfeksi Virus Corona yang secara signifikan sangat menonjol angka penambahannya, dari belasan orang menjadi ratusan orang.

Sebenarnya pihaknya sudah bekerja keras, mulai dari belum ada yang terpapar sampai sekarang sudah ada 133 orang yang terpapar, pihaknya selalu menghimbau masyarakat agar mengikuti anjuran Pemerintah mena’ati protokol kesehatan, namun masyarakatnya menganggap enteng Virus Corona ini dan tetap tidak mengindahkan himbauan pemerintah, oleh sebab itu setiap hari yang positif Virus Corona selalu bertambah.

“Kami hanya manusia biasa yang memiliki keterbatasan jadi apa boleh buat kalau masyarakat tidak ingin terpapar Virus Corona maka ikuti anjuran Pemerintah dan patuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona”tegas Ardiansyah.

“Apa susahnya mencuci tangan dengan sabun setelah memegang benda, apakah itu uang atau apapun yang dipegang maka harus cuci tangan, selain itu tidak susah menggunakan masker, tinggal pasang dan tidak harus membeli dulu, kan sudah banyak yang dibagikan oleh Bapak Bupati dan Ibu Bupati secara gratis, tinggal masang, ya masih banyak saja yang malas menggunakan masker; selain itu masyarakat juga masih suka berkumpul dan berkerumun dengan jumlah yang banyak, akibatnya yang terjadi setiap hari yang terpapar Virus Corona selalu bertambah dan bertambah”ujar Ardianyah sambil mengurut dada.

Wakil Ketua DPRD Kab. Tanbu Agoes Rakhmady, S.AP dari Partai Golkar ketika dimintai pendapatnya terkait Virus Corona hanya mengatakan kalau dari pihak Dewan hanya menyarankan kepada masyararat agar mengikuti arahan dari tim gugus Covid – 19 atau Protokol Kesehatan Kab. Tanbu.

“Terkait mekanisme untuk memutus mata rantai Covid – 19 tiada cara lain selain mengikuti himbauan pemerintah dan mengikuti Protokol Kesehatan”tukasnya. (q cox)

Reply