Kasus Kejahatan Sidoarjo, Polresta : Curanmor Menonjol, DPO Terus Dikejar

SIDOARJO (Suarapubliinews) – Polresta Sidoarjo merilis kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Delta Sidoarjo selama satu setengah bulan terakhir. Ada yang menonjol.

“Dalam kurun waktu sejak 1 Desember 2019 hingga dengan 15 Januari 2020, Satreskrim Polresta Sidoarjo dan jajaran mengungkap 21 kasus kejahatan jalanan,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, kepada wartawan di halaman Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jumat (17/01/2010).

Dari 21 kasus tersebut, antara lain 11 kasus pencurian dengan pemberatan, 1 kasus curanmor, 2 kasus pembunuhan, 1 kasus pengancaman, 2 kasus pengeroyokan, 3 kasus penganiayaan, dan 1 kasus pornografi.

“Sebanyak 25 tersangka berhasil kita amankan,” terang Zain.

Zain menyebutkan, dari sejumlah tindak kejahatan yang memang sangat meresahkan masyarakat tersebut, ada juga kasus yang menonjol yang membuat jajaran Satreskrim nya bekerja keras meminimalisirnya.

“Ada beberapa kasus yang menonjol termasuk kasus curanmor mereka pelaku residivis dan saat ini sedang kita kembangkan,” tegas Zain.

Selain itu, lanjut Zain, ada juga kasus pengeroyokan dan pembunuhan yang pelaku nya masih dalam pengejaran. Kasus itu adalah di TKP Kecamatan Krian, pelaku sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) Polresta Sidoarjo.

“Ada dari kasus pengeroyokan dan pembunuhan ada yang berstatus DPO, yakni yang terjadi di Krian. Saat ini kita lakukam pengejaran terhadap tersangka,” tegas Mantan Sekertaris Pribadi Kapolri teraebut.

Sementara, langkah Polresta Sidoarjo dalamenekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya berbagai cara  sudah dilakukan, seperti Patroli malam dan siang hari,  kegiatan Binluh, pemberdayaan Pam Swakarsa maupun Pos Kamling.

“Tim Delta Skuat yang berkeliling tiap malam hari dan Satgas pengungkapan dari Reserse guna menindak dan mengungkap kasus yang terjadi,” paparnya kepada Suarapubliknews. (q cox, drie)

Reply