Kembali Luring, CommTECH ITS Kenalkan Budaya Indonesia Dibalut Wawasan Global

SURABAYA (Suarapubliknews) – Untuk kali pertama setelah dua tahun masa pandemi Covid-19 di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Direktorat Kemitraan Global (DKG) kembali menyelenggarakan Community and Technological Camp (CommTECH) 2022 secara luring.

Kali ini, pada CommTECH Highlight mengusung lagi tema seputar penyelesaian masalah akademik dan nonakademik di Indonesia dan negara peserta dengan wawasan global keteknikan dan kebudayaan.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng saat membuka kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai negara di benua Asia mengharapkan bisa melakukan sinergi-sinergi permasalahan di ranah pendidikan dan kebudayaan antarnegara.

Kegiatan commtech sukses menjadi ajang ITS untuk mengenalkan diri pada dunia global. Terus berkembang, ITS akan mengangkat beberapa isu hangat global mulai dari Internet of Things (iot), Revolusi Industri 5.0, dan lain sebagainya sehingga menjadi kendaraan bagi DKG untuk terus meninggikan nama ITS di mata dunia.

Dari berbagai courses yang ditawarkan pada CommTECH ini, ITS selalu siap untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang didukung dengan 10 laboratorium riset inovasi dan empat klaster industri teknologi yang dimiliki, yaitu otomotif, maritim, robotika, dan industri kreatif digital. “Diharapkan berbagai tawaran course dan study case nantinya bisa menggunakan laboratorium di ITS, sehingga dapat menjawab perubahan besar bagi dunia,” ujarnya.

Tak hanya itu, dari kegiatan internasional ini, peserta diharapkan mendapatkan banyak pengalaman baru dari aspek yang berbeda. Sehingga peserta tidak hanya memahami tentang pemanfaatan teknologi, tetapi bisa juga mempelajari permasalahan kebudayaan yang tidak dipelajari di dalam kelas. “Saya harap kalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaiknya-baiknya dan mampu membangun jejaring dengan teman-teman yang lain,” tandas guru besar Teknik Elektro ini.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Global ITS Assoc Prof Maria Anityasari PhD menjelaskan bahwa pada awalnya CommTECH dibentuk berdasarkan kekurangan rekognisi ITS di kancah internasional.

Oleh karena itu, diciptakan kursus khusus yang dapat dihadiri oleh mahasiswa dan dosen di seluruh dunia. “Tak hanya itu, ITS juga menawarkan beasiswa khusus bagi mahasiswa asing yang ingin menempuh perkuliahan di ITS,” tuturnya.

Maria menambahkan, materi keteknikan akan dijelaskan oleh dosen dan mahasiswa ITS yang berpengalaman. Selanjutnya, terkait pengenalan kebudayaan di Indonesia, DKG mengundang pihak-pihak eksternal dan internal ITS guna mengisi materi yang melibatkan partisipan seperti melalui belajar tarian tradisional, batik, dan lain sebagainya.

Setelah 10 tahun berjalannya kegiatan ini, alumnus doktoral dari The University New South Wales, Australia tersebut berharap agar program CommTECH ke depannya dapat terus berkembang secara konsisten. “CommTECH akan terus berjalan seiring meluasnya jangkauan ITS untuk dikenal sebagai institusi berkualitas oleh para akademisi di seluruh dunia,” pungkasnya. (Q cox, tama dini)

Reply