Kembangkan Ilmu Pengetahuan Tentang Logistik dan Pelayaran, UK Petra MoA dengan PT. SPIL

SURABAYA (Suarapubliknews) – UK Petra terus memperluas jaringan kerjasamanya dengan dunia industri, termasuk industri pelayaran guna memberikan proses pembelajaran yang berkualitas sekaligus meningkatkan kompetensi pendidikan.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng mengatakan salah satunya dengan melakukan tanda tangan Memorandum of Agreement (MoA) dengan PT. Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) pada 20 November 2019.

“Dengan adanya penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) ini maka pendidikan dan dunia industri pelayaran akan bergandengan tangan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan maju, mengembangkan ilmu pengetahuan dan industri untuk menyongsong era Desruptif Revolusi Industri 4.0 ini,” katanya.

Penanda tanganan MoA yang digelar di Ruang Serifikasi Pariwisata ini juga salah satu upaya mendukung upaya pemerintah dalam memperlancar logistik nasional. Terjalin tiga kerjasama yaitu Praktek Kerja Lapangan (PKL), Rekrutmen Pegawai dan Penelitian Bersama.

“Sehingga dengan adanya MoA ini maka akan memfasilitasi akademika UK Petra untuk lebih mengembangkan diri khususnya industri logistik dan pelayaran. Dengan adanya kerjasama ini maka dapat dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika UK Petra,” papar Djwantoro.

PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) sebagai salah satu perusahaan pelayaran terkemuka di Indonesia, juga ingin bekerjasama dengan dunia pendidikan dalam mengembangkan industri pelayaran agar tercipta sebuah inovasi yang kedepannya demi kepentingan masyarakat.

Khususnya di bidang pengiriman barang logistik masyarakat. Jika kebutuhan masyarakat sampai tepat pada waktunya maka kesejahteraan masyarakat Indonesia pun juga akan terjamin.

Setidaknya saat ini ada tiga penelitian individu yang telah dilakukan mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Industri UK Petra di PT. SPIL. Salah satu diantaranya menyoroti mengenai penjadwalan kapal di daerah Barat yang sudah terjadwal sedangkan di daerah Timur belum terjadwal.

Sehingga muncullah Vehicle Routing Problem. Kemudian mahasiswa UK Petra memberikan solusi pada PT. SPIL untuk melakukan penjadwalan kapal dengan metode Insertion Heuristic. Inovasi yang didapat adalah jika biasanya dalam setahun untuk mengirimkan logistik membutuhkan waktu 264 hari dengan 19 kapal, maka dengan metode Insertion Heuristic terjadi penurunan total waktu tempuh sebesar 33 hari atau 11,11% dan jumlah kapalnya berkurang 2 kapal.

Penanda tanganan MoA ini akan dilakukan oleh rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dengan Widarta Liunanda selaku Vice President PT. SPIL yang didampingi oleh Harry Tjahjono selaku GM Human Capital dan Didik Suharsono selaku Corporate Communication Manager.

“Kami berharap melalui kerjasama ini, akan terbentuk platform research and education antar perguruan tinggi sebagai jembatan antara institusi pendidikan tinggi, pemerintah, industri dan lembaga penelitian guna meningkatkan daya saing nasional dalam persaingan global,” tutup Widarta. (q cox, Tama Dinie)

Reply