Kembangkan Kemandirian Ekonomi Rakyat, Ketua Umum DER Kunjungi Lamongan

LAMONGAN (Suarapubliknews) – Fokus ekonomi yang digaungkan Pemerintah Jokowi dalam periode kedua kepemimpinannya, disambut positif oleh Dewan Ekonomi Rakyat (DER).

Wadah independen untuk Indonesia yang mandiri dan bermartabat, khususnya di bidang ekonomi ini mulai aktif melakukan sosialisasi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Lamongan.

Tujuannya jelas, DER ingin menjadi wadah yang mengayomi masyarakat. Menjadikan masyarakat tidak lagi menjadi objek, tetapi subjek pelaku usaha yang bermartabat dan sejahtera.

Ketua Umum Dewan Ekonomi Rakyat, Achmad Edi Wahyudi memaparkan, DER akan membantu seluruh kebutuhan rakyat Indonesia dalam mewujudkan ekonomi mandiri, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pelaku industri.

“Jadi di sini (DER), keanggotaannya berbasis kartu dan Android. Kedepan kita akan keluarkan kartu KERIS (Kartu Ekonomi Rakyat Indonesia Sejahtera). Jadi kartu ini sudah bisa menjadikam anggota DER itu memiliki banyak kelebihan,” ujar Edi di Warung Rakyat Alamanda, Lamongan, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Edi, Dewan Ekonomi Rakyat juga sudah memiliki program untuk mewujudkan goal yang ingin dicapai. Program-program tersebut nantinya akan mengarahkan nelayan, petani, pelaku UMKM, dan pelaku ekonomi lainnya yang menjadi anggota untuk melek teknologi. Artinya, DER juga akan memfasilitasi modernisasi anggota dalam menjalankan usahanya di semua sektor.

Tidak hanya itu, DER juga akan menjalankan perannya dalam stabilisasi harga. Jika selama ini, komoditi ekonomi sering dimanfaatkan oleh kartel dengan sistem kapitalisnya, maka DER akan membantu masyarakat pelaku ekonomi dengan mengawasi, dan menentukan sikap, sehingga rakyat tidak dirugikan.

“Kita dengan DERMatrix Enterprise. Jadi bagaimana kita mengangkat pelaku-pelaku UMKM untuk kita tingkatkan kembali. Bahwa bicara UMKM bukan bicara hal yang remeh temeh, tapi bicara sesuatu yang besar. Karena UMKM adalah cikal bakal pengusaha yang besar. Kalau ini diadop, dilakukan bersama-sama, antara pusat dengan daerah, dan disupport oleh berbagai elemen, ini akan menjadi pelaku-pelaku industri yang luar biasa,” imbuhnya.

Sementara terkait kunjungannya ke Lamongan, Edi menjelaskan bahwa Kota Soto ini merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan DER. Selain memiliki produksi jagung yang melimpah, Lamongan juga kaya Perikanan, baik mentah atau olahannya.

Menurut dia perlu dikembangkan lebih jauh lagi, sehingga petani, nelayan, dan pelaku UMKM Lamongan tidak lagi mendapati komoditi barangnya dihargai dengan harga yang sangat murah, seperti yang dirasakan para petani tambak baru-baru ini.

“Kami akan menjadikan Lamongan sebagai trendsetter ekonomi rakyat, sehingga daerah-daerah lain, seperti Tuban, Bojonegoro, Gresik, Mojokerto, dan Jombang bisa mengikuti kemandirian ekonomi yang selama ini diperjuangkan oleh DER,” tandasnya. (q cox, Wid)

Reply