Kenapa Harus Pilih Gus Ipul-Puti? Ini Penjelasan Singky Soewadji

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Menurut Singky Soewadji anggota sekaligu salah satu promotor “Relawan Gusti” untuk Pilgub Jatim 2018, memilih pemimpin di suatu daerah harus berdasarkan Bibit, Bobot, Bebet dan rekam jejak jelas.

“Gus Ipul cicit pendiri NU, dan keponakan almarhum Gus Dur, sedangkan Puti cucu Soekarno. Kita semua tahu peran pendiri NU dan tokoh NU sejak berdirinya Republik ini hingga hari ini. Dan sosok Bung Karno jelas, ideologinya juga kita semua tahu, Pancasila, kita memang beda, tapi kita tetap satu, Indonesia,” ucapnya kepada media ini. Jumat (22/6/2018)

Tokoh etnis Tionghoa dengan latar belakang pengusaha di Kota Surabaya ini juga menerangkan soal keberadaan PKS dan Partai Gerindra sebagai partai pendukung. “Apa lagi yang diragukan, keberadaan PKS dan Gerindra yang mendukung Gus ipul-Puti ?” tanyanya.

Ingat, lanjut dia, siapapun dan partai manapun boleh ikut mendukung, termasuk kita dan para penjahat besar sekalipun, dan tidak ada yang bisa melarang.

“Yang penting itu, siapa partai pengusungnya, bukan siapa partai pendukungnya,” tuturnya berusaha mengembalikan semangat anggota relawan Gusti yang mulai termakan berita miring terkait keberadaan dua partai tersebut.

PDI-P dan PKB yang mengusung pasangan Gus Ipul-Puti, kata Singky, dan kita juga boleh tidak suka dengan partai pengusungnya, karena itu hak kita masing-masing.

“Tapi bukan berarti kita tidak jadi memilih pasangan Gus Ipul-Puti hanya karena didukung oleh partai yang tidak kita sukai, apa lagi sampai kita harus Golput,” pintanya.

Lebeih jauh Singky mengatakan, bila kita dukung penerintah sekarang, dan bila kita ingin Jokowi terpilih kembali 2019, mari kita pilih dan menangkan pasangan Gus ipul – Puti.

“Karena dengan menangnya Gus Ipul-Puti, sama dengan kita meringankan langkah Jokowi menuju periode ke dua 2019, kecuali memang kita juga ingin 2019 ganti presiden,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Singky juga menyatakan respek dengan Risma walikota Surabaya, karena diberi (bukan menyalonkan) jabatan menteri, dan dicalonkan sebagai cawagub Jatim, tapi Risma menolak.

“Karena tugasnya sebagai walikota belum selesai, padahal Risma ditawari jabatan yang lebih tinggi. Dan Risma dukung Pasangan Gus ipul-Puti,” jelasnya.

Diakhir paparannya, Singky mengingatkan semua pihak dan seluruh warga Jawa Timur. “Sekarang pilihan ada di tangan kita, sudah tidak ada yang perlu di ragukan lagi, 27 juni datang ke TPS coblos Nomor 2 Gus ipul-Puti,” pungkasnya. (q cox)

Reply