Ketua Komisi D DPRD Surabaya Desak Pemkot Jalin Kerjasama dengan RS Swasta, Ini Alasannya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Khunul Khotimah, mendesak Pemerintah Kota Surabaya agar membuat langkah-langkah taktis, untuk mengatasi lonjakan jumlah tes swab PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Surabaya.

Seperti yang diketahui, seiring adanya lonjakan tren positif Covid-19 akibat munculnya varian Omicron, jumlah orang yang melakukan tes swab PCR meningkat. Jika sebelumnya hasil tes swab PCR sudah keluar dalam waktu sehari bahkan tidak sampai sehari, saat ini pasien yang terkonfirmasi positif antigen lalu tes swab PCR harus menunggu hasilnya 4-5 hari.

“Seharusnya kasus seperti ini sudah bisa diantisipasi Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Kesehatan. Sebab munculnya varian Omicron akan mengakibatkan adanya gelombang tiga pandemi. Semua ahli sudah memprediksinya. Bahkan bulannnya pun sudah dapat diprediksi yakni pada Februari 2022. Seharusnya Dinas Kesehatan bisa mengantisipasi masalah ini,” ujar Khusnul, saat dikonfirmasi, Jumat (18/2/2022).

Agar masalah ini bisa cepat terurai, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini mengusulkan, agar Pemkot Surabaya segera melakukan kerjasama dengan rumah sakit swasta atau instansi lain yang bisa membantu pemkot, dalam melakukan percepatan uji sample hasil tes swab PCR.

Selain itu, lanjut Khusnul, Pemkot Surabaya juga bisa menjalin kerjasama dengan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Karena ini menggandeng pihak lain, untuk biayanya bisa dibebankan kepada APBD Kota Surabaya. Saya kira itu tidak masalah. Yang penting layanan hasil tes swab PCR cepat keluar. Ini demi kemaslahatan seluruh warga Surabaya,” ujar Ning Kaka, sapaan lekat Khusnul Khotimah.

Selain melakukan kerjasama dengan pihak lain, politisi perempuan PDI Perjuangan ini juga mengusulkan agar Pemkot Surabaya menambah petugas di Labkesda. “Karena ini kejadian luar biasa, maka juga harus dilakukan penanganan luar biasa pula. Tidak bisa dilakukan secara normatif dan biasa,” ungkapnya.

Ning Kaka juga mengingatkan kepada seluruh warga Surabaya, yang sudah dinyatakan positif setelah tes antigen, namun belum keluar hasil tes swab PCR-nya, agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Jangan sampai karena tidak bergejala, tapi hasil tes antigennya positif, dia seenaknya keluyuran ke luar rumah.

“Kami terus mengingatkan kepada warga. Jangan pernah abaikan prokes. Sekarang sedang ada tren kenaikan positif Covid-19. Jika aktivitas di luar rumah, selalu gunakan masker dan jaga jarak,” pungkasnya. (q cox)

Reply