Ketua Korwil PSHT Kalsel: Siswa Tewas di Sragen Jateng dari Perguruan Silat Sempalan

TANAH BUMBU (Suarapubliknews) – Ketua Korwil PSHT Kalimantan Selatan Ribut Giyono ingin meluruskan bahwa yang terjadi di Sragen tersebut adalah akibat ulah dari oknum perguruan silat PSHT.

“Hal inilah yang perlu saya luruskan. Memang baju dan atributnya sama, akan tetapi perguruan Silat tersebut adalah perguruan pencak silat yang menyempal dari PSHT dengan nama baru yakni Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) dengan Ketua umum sdr Murjoko, jadi bukan PSHT Pimpinan Dr.M. Taufik,” ungkap Ribut Giyono kepada media ini. Sabtu (30/11/19)

Menurut dia, keterangan ini perlu disampaikan ke publik dengan tujuan meluruskan pemberitaan yang beredar selama ini.

“Saya selaku Ketua Pengurus Perwakilan Pusat PSHT Kalimantan Selatan sangat perlu meluruskan berita tersebut demi menjernihkan dan menjaga nama baik PSHT pimpinan Dr.M.Taufik”ucapnya

Dia mengakatan bahwa masyarakat luas perlu mendapatkan informasi dan berita yg benar dan tepat, oleh sebab itu menyikapi hal tersebut.

“Saya perlu menegaskan sekali lagi, bahwa PSHTPM adalah pimpinannya Murjoko, sementara PSHT pimpinannya Dr.M.Taufik, jadi terkait tragedi kematian siswa MA (13) tidak ada hubungannya dengan PSHT pimpinan Dr. M. Taufiq,” tutup Ribut Giyono.

Seperti diberitakan di media bahwa MA (13), siswa Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) Sragen Jawa Tengah diketahui tewas saat mengikuti latihan di Desa Kaloran, Kalijambe pada Minggu (24/11/2019) malam.

Korban langsung tak sadarkan diri setelah menerima tendangan di bagian perut dari pelatihnya FAS (16) dan sempat menjalani perawatan pacu jantung di RS Yakssi Gemolong, korban akhirnya dinyatakan meninggal. (q cox, Imran)

Reply