Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Harapkan TP PKK Kab/Kota Aktif Keorganisasian dan Proker

KAB. BOJONEGORO (Suarapubliknews) – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan harapannya kepada TP PKK beserta kadernya di tingkat kabupaten/kota aktif menjalankan keorganisasian dan program kerja (proker) yang dimiliki PKK. Karena menurutnya, PKK ini adalah gerakan yang bergerak di bidang sosial dan bukan berorientasi laba.

“Yang mampu mau dan punya waktu, jadi ini yang kadang-kadang sangat sulit dicari karena punya waktu dan maunya itu, kalau kompetensi sebetulnya orang-orang kita itu pintar-pintar, bagus-bagus semua, tapi punya waktunya itu yang agak sulit,” katanya saat membuka Pembinaan 10 program pokok PKK di Bakorwil 2 Bojonegoro, Selasa (31/5).

Ketua TP PKK Jatim yang juga Ketua Dekranasda Jatim ini menjelaskan bahwa sumber daya manusia menjadi satu dari tiga potensi yang harus diperhatikan adalam menjalankan program-program PKK. Sedangkan dua potensi lainnya adalah sumber daya alam dan sumber daya anggaran setempat. “Nah ini tiga hal pokok yang memungkinkan tim penggerak PKK itu bisa jalan,” jelasnya.

Arumi mengatakan, sumber anggaran juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan agar dapat menjalankan program-program PKK. Ia menuturkan bahwa tim penggerak PKK Provinsi Jawa Timur sejak dari tahun lalu telah mengikuti arahan dari pusat dengan mengawal anggaran tim penggerak PKK di Pemprov Jatim.

Ia mengungkapkan bahwa dengan terus mengawal anggaran TPP PKK Prov. Jatim pada akhirnya skema anggaran TP PKK Jatim jadi bisa lebih baik. Ia menuturkan bahwa sebelumnya anggaran TP PKK Jatim eksklusif hanya di dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) saja.

“Alhamdulillah menyesuaikan dengan amanat dari pusat, di tahun ini Pemprov Jawa Timur tetap anggaran kami dari PMD tetapi ada namanya anggaran suporting dari dinas dinas dinas dinas yang lain, contohnya Disperindag dan sebagainya. Karena lintas program kita Itu banyak, yang ditangani jadi tidak hanya satu bidang saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Arumi menjelaskan ketiga potensi tersebut harus benar-benar dipetakan, disinkronkan dan dimasukkan dalam perencanaan program-program PKK Jawa Timur. Kemudian lanjutnya, juga harus disesuaikan dengan program-program dari PKK Pusat sebagaimana hasil Rakernas 9 tahun 2021.

Kegiatan pembinaan 10 program pokok PKK ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan 10 program pokok PKK kemudian mensinkronkan dan mensinergikan program program serta kegiatan di semua jenjang kepengurusan tim penggerak PKK baik di tingkat provinsi Jawa Timur ataupun tingkat Kabupaten Kota.

“Harus memperhatikan sumber daya alam masing-masing, sumber daya alam masing-masing pasti berbeda dari satu Kabupaten dengan kabupaten atau kota lainnya karena hasilnya berbeda-beda sumber daya alamnya juga sangat berbeda,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mengimbau kepada seluruh peserta Pembinaan 10 program pokok PKK untuk tetap menjalankan protokol kesehatan meskipun Covid-19 di Jawa Timur telah dapat dikendalikan dan kasusnya terus mengalami penurunan.

Pasalnya, kemungkinan untuk terjangkit masih ada. Sehingga tetap dibutuhkan kewaspadaan semua pihak. “Sebetulnya convid-19 ini sudah cukup melandai Ibu Bapak sekalian tetapi harapannya tetap kita bisa menjaga protokol kesehatan sesuai yang diarahkan,” pungkasnya. (Q cox, tama dinie)

Reply