BisnisJatim Raya

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Bulan Oktober 2022 Tumbuh Positif

35
×

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Bulan Oktober 2022 Tumbuh Positif

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia bulan Oktober 2022 di Kota Surabaya mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh positif secara bulanan maupun tahunan. Hal ini  tercermin dari lndeks Penjualan Riil (IPR) bulan Oktober 2022 yang tercatat sebesar 408,9, tumbuh  0,5%  (mtm).

Direktur Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rizki Ernadi Wimanda menagtakan kinerja yang meningkat sejalan dengan IPR Nasional yang tercatat sebesar 202,7, tumbuh 2,3% (mtm). “Peningkatan kinerja penjualan eceran kota Surabaya utamanya bersumber dari kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (4,3%, mtm) serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (0,9 %, mtm),” katanya

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 11,3% (yoy). Hal tersebut  didorong oleh pertumbuhan pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang meningkat 14,0% (yoy) serta sub kelompok Sandang mengalami peningkatan 24,2% (yoy).

Kinerja penjualan eceran November 2022 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari prakiraan lndeks Penjualan Riil November 2022 sebesar 411,4, atau tumbuh 0,6% (mtm). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok Makanan, Minuman, dan Temb akau yang tumbuh 1,0% (mtm) dan Peralatan lnformasi dan Komunikasi yang tumbuh 0,3% (mtm).

Secara tahunan kinerja penjualan eceran bulan November 2022 diprakirakan mengalami pertumbuhan sebesar 5,1 % (yoy). Peningkatan terutama bersumber dari subkelompok Sandang yang tumbuh 10,2% (yoy), kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang mengalami pertumbuhan 8,4% (yoy), serta Barang Budaya dan Rekreasi yang tumbuh 7,9% (yoy).

Jika dibandingkan bulan Oktober 2022, secara tahunan kinerja penjualan eceran November 2022 mengalami perlambatan, dimana pada Oktober 2022 tumbuh 11,3% (yoy). Perkiraan perlambatan pertumbuhan penjualan riil terutama dipengaruhi oleh masih tingginya ketidakpastian global dan kenaikan harga komoditas global.

Dari sisi harga, responden memprakirakan intensitas tekanan inflasi mengalami penurunan pada Januari 2023 (3 bulan mendatang) dan April 2023 (6 bulan yang akan datang). lndeks Ekspektasi Harga Umum Januari 2023 sebesar 155,6, lebih rendah dari Desember 2022 yang sebesar 176,7. lndeks Ekspektasi Harga Umum April 2023 sebesar 147,8, lebih rendah dari Maret 2023 yang sebesar 155,6. (Q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *