Kolaborasi Instansi Bandara Juanda Cegah Penyebaran Corona

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Mencegah masuknya Virus Corona atau COVID-19 di Indonesia terutama wilayah Jawa Timur, Bandar Udara Internasional Juanda bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya, Lanudal Juanda, Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya, serta PT Angkasa Pura Supports secara konsisten melakukan pemantauan dan pengawasan penumpang di Terminal 2 dan Terminal 1.

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo mengatakan pemantauan dan pengawasan penumpang dilakukan dengan menggunakan _thermo scanner_ atau alat pemindai suhu badan dan pembersihan atau desinfeksi fasilitas bandara. “Sebagai pintu gerbang pergerakan orang dan barang, kami tentu mengantisipasi masuk serta menyebarnya penyakit Virus Corona atau COVID-19,” katanya.

Saat ini telah terpasang sebanyak 3 unit _thermo scanner_ di terminal Bandar Udara Internasional Juanda yang terletak masing-masing 1 unit di kedatangan internasional T2, kedatangan domestik T1, dan kedatangan domestik di T2 untuk memindai suhu tubuh para penumpang.

“Kami juga menyediakan cairan pembersih tangan untuk para penumpang yang tersebar di 10 titik T1 dan 18 titik di T2 serta melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh area terminal dibantu oleh anak perusaahan, PT Angkasa Pura Supports. Selain melakukan upaya pencegahan untuk penumpang, kami juga melakukan upaya pencegahan dari sisi internal seperti penggunaan masker dan menyediakan cairan pembersih tangan untuk petugas bandara serta menghimbau untuk mitra usaha agar menyediakan cairan pembersih tangan di masing-masing gerai,” lanjut Heru.

Para petugas Aviation Security dan Terminal Inspector juga telah ditugaskan untuk memindai suhu tubuh tiap penumpang yang akan berangkat menggunakan _thermo gun_ . Sejumlah 10 unit _thermo gun_ dikerahkan untuk memindai suhu tubuh calon penumpang di T1 dan T2.

“Pemeriksaan ini tentu memakan waktu karena kami lakukan pada tiap orang baik penumpang maupun karyawan bandara. Sehingga khusus bagi calon penumpang kami imbau agar menyediakan cukup waktu untuk tiba di bandara agar tidak tergesa-gesa menjalani semua pemeriksaan yang disyaratkan, kondisi ini agar dapat kita maklumi bersama,” ujarnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M. Kes menjelaskan bahwa _thermo scanner_ yang terpasang akan mendeteksi secara langsung penumpang yang bersuhu badan lebih dari 38 derajat _Celcius_.

Pihaknya melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang internasional sebanyak 2 kali. Pemeriksaan pertama saat penumpang turun pesawat, personil kesehatan melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang internasional satu per satu dengan alat _thermo gun_ yang ditempelkan pada kening penumpang.

“Sedangkan pemeriksaan kedua di area kedatangan di terminal, kami memasang alat _thermo scanner_ untuk mendeteksi penumpang dengan suhu tidak normal atau lebih dari 38 derajat _Celcius_. Apabila terdapat penumpang dengan suhu tersebut akan segera dibawa menuju ruang isolasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain pemasangan alat _thermo scanner_ dan penggunaan _thermo gun_ , para penumpang internasional yang tiba di Bandar Udara Internasional Juanda juga diberikan _Health Alert Card_ (HAC) sebagai pendataan medik guna mengantisipasi dini penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) M Tohir menambahkan bahwa seluruh stakeholder telah melakukan upaya-upaya antisipasi dalam penyebaran virus tersebut. Pihaknya terus menjalin koordinasi dan komunikasi dengan seluruh stakeholder bandara untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19 secara intens.

“Selain itu kami juga mengharapkan dukungan dari semua pihak termasuk rekan-rekan media dalam menginfomasikan kepada masyarakat terkait upaya-upaya yang telah dilakukan oleh seluruh stakeholder bandara dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19,” tambahnya.

Selain upaya-upaya tersebut di atas, tambahan yang dilakukan oleh manajeman Bandar Udara Internasional Juanda adalah dengan melaksanakan kegiatan Jumat Bersih 2 (dua) minggu sekali.
Heru menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian dalam pencegahan penyebaran Virus Corona.

“Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan setiap hari Jumat Pagi setiap 2 minggu sekali di area perkantoran dan terminal. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran mengenai betapa pentingnya kebersihan lingkungan untuk kesehatan kita,” jelas Heru.

Seluruh pegawai ikut terlibat dalam kegiatan bersih-bersih ini. Di lingkungan bandara, pembersihan dilakukan di area parkir, masjid bandara dan selasar terminal. Kemudian untuk bagian dalam terminal seluruh pegawai ikut membantu tim _facility care_ dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19 terutama pada fasilitas yang sering disentuh dan digunakan oleh para petugas dan seluruh pengguna jasa bandar udara seperti pembersihan _trolley_, kursi di ruang tunggu dan kedatangan, _railing_, pegangan ekskalator, _vending machine_ , ATM _center_ dan area-area publik lainnya.

Diharapkan dengan menjaga kebersihan lingkungan bandara serta memastikan sterilisasi fasilitasnya, penyebaran Virus Corona di bandara dapat dicegah untuk tidak menyebar melalui bandara. “Kegiatan pembersihan ini juga merupakan bentuk nyata dari kebijakan Kementerian BUMN terkait kewaspadaan terhadap dampak penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Tak hanya dalam situasi seperti ini, pembersihan di area bandara juga rutin dilakukan. Bersama dengan para _stakeholder_, kami di sini berkomitmen untuk terus bersinergi menjaga kebersihan lingkungan, karena seperti yang kita ketahui, pola hidup bersih dan sehat tentunya akan memproteksi diri kita dari penyakit, salah satunya Virus Corona. Sebagai pengelola bandara, kami imbau kepada para pengguna jasa agar menggunakan masker pada saat bepergian, mengkonsumsi makanan sehat, selalu mencuci tangan, dan jika mengalami kondisi tubuh yang tidak sehat saat hendak bepergian dapat menghubungi petugas kami di klinik maupun di kantor KKP,” pungkas Heru. (q cox, tama dinie)

Reply