Koneksikan Program Pembangunan, 3 Pimpinan Daerah Terpilih di Surabaya Raya Bertemu

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pembangunan kawasan Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) ke depan bakal saling terkoneksi. Sebab, Wali Kota Surabaya terpilih, Eri Cahyadi sudah bertemu dengan Bupati Sidoarjo terpilih Ahmad Muhdlor serta Bupati Gresik terpilih Akhmad Yani.

Ketiga kepala daerah terpilih ini duduk bersama untuk saling menyamakan persepsi. Ketiganya berkomitmen untuk berkolaborasi agar pembangunan kawasan Surabaya Raya ke depan bisa saling terkoneksi.

“Alhamdulillah saya sudah bertemu Ahmad Muhdlor Ali, bupati terpilih Sidoarjo, dan Fandi Akhmad Yani, bupati terpilih Gresik. Kami menyamakan frekuensi terkait sinergi dan kolaborasi pembangunan kawasan karena sesungguhnya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik saling berhubungan, relasinya sangat dekat, terutama mobilitas warganya yang saling terkoneksi,” kata Eri Cahyadi seperti dilansir dari laman facebook pribadinya @ericahyadi, Selasa (23/2/2021).

Eri mengaku, pertemuan ini untuk membangun kesepahaman bersama. Bagi ketiganya, gotong royong skala Jawa Timur, nasional, dan bahkan global adalah komitmen bersama untuk membawa masing-masing daerahnya semakin maju. Setidaknya ada lima hal yang dibahas dan disepakati dalam pertemuan selama 120 menit tersebut.

“Yakni, integrasi penanganan pandemi COVID-19, manajemen transportasi terpadu, manajemen sungai terpadu, dan pengembangan manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kualitas inovasi antardaerah dan infrastruktur jalan,” tulis Eri.

Sedangkan terkait penanganan Covid-19 ke depannya, Eri menyebut, bahwa ketiga daerah di Jatim ini harus saling bersinergi dan mendukung.

“Selain aspek pencegahan, untuk tracing semestinya bisa saling support jika memang pasien punya mobilitas di antara daerah-daerah ini,” lanjut dia.

Sementara itu, Gus Muhdlor sapaan lekat Bupati Sidoarjo terpilih menyampaikan pentingnya keterpaduan program antar daerah. Salah satunya adalah manajemen transportasi terpadu.

“Kami juga sepakat untuk membangun sistem manajemen pengetahuan yang memungkinkan adanya replikasi inovasi antar daerah,” kata Gus Muhdlor.

Menurut dia, dengan adanya manajemen pengetahuan, ide dan gagasan inovatif antar daerah saling bisa diakses. “Sehingga mendorong kolaborasi dalam melahirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” lanjut dia.

Hal yang sama juga disampaikan Gus Yani – sapaan lekat Bupati Gresik terpilih. Ia menyampaikan pentingnya integrasi program terkait manajemen penanganan banjir. Salah satunya adalah banjir Kali Lamong yang menjadi problem klasik.

“Penanganan banjir Kali Lamong harus terintegrasi secara kelembagaan, karena secara kewilayahan, pengaturan sungai dan sistem pengendali banjir Kali Lamong tersebar di Gresik, Mojokerto, dan Surabaya,” kata Gus Yani.

Terlepas dari semua itu, ketiga kepala daerah ini meyakini, bahwa sinergi dan kolaborasi ini akan melahirkan ribuan inovasi yang bakal meningkatkan kemajuan kawasan Surabaya Raya. (q cox, And)

Reply