Konflik Internal CV Adi Joyo Tak Kunjung Selesai, Akses Jalan Tambang Diputus

KEDIRI (Suarapubliknews) – Konflik internal antara Dirut dan Wadir CV Adi Joyo di Rolak 70 tak kujung usai, bahkan kini sepakat untuk pisah kongsi dengan cara menutup akses jalan di lokasi pertambangan pasir menggunakan alat berat

Menurut keterangan Heri selaku Kepala Dusun Kademangan, Desa Gudo, Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, tindakan pemutusan akses jalan telah menjadi kesepakatan kedua belah pihak bersama warga

“Jadi selama konflik, imbasnya ke warga yang berakibat Corporate Sosial Responsibility (CSR) tidak bisa cair alias terhenti,” terang Heri kepada reporter Suarapubliknews.net. Rabu (21/4/2021)

Padahal sebelum konflik terjadi, kata Heri, pihak CV Adi Joyo selalu memberikan CSR ke warga, namun saat ini tidak. Oleh karenanya warha meminta agar kegiatan dihentikan hingga ada titik temu. ‘Karena kami sebagai warga yang langsung menerima dampaknya,” tandasnya.

Diketahui bahwa lokasi kegiatan pertambangan berada di sebelah utara Gude Sungai konto Rolak 70 yang masuk wilayah Desa Gudo, Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.

Menyikapi hal ini, Hasan (42) Manager Cv Adi Joyo mengaku jika pihaknya tidak merasa keberatan terkait dengan pemutusan akses jalan di lokasi pertambangan

“Pemutusan akses ini sudah kita sepakati bersama, jika kurang jelas terkait hal ini, silakan konfirmasi langsung ke Pak Kasun Heri,” tutur Hasan saat dikonfirmasi media ini.

Kata Hasan, konflik internal antara Dirut dan Wadir CV Adi Joyo telah berjalan cukup lama. “Masalahnya sudah masuk gugatan di Pengadilan Negri Kabupatenn Kediri,” Punkasnya. (q cox, Iwan)

Reply