Kreatifood Expo 2019 Bakal Hadirkan 200 Pelaku Usaha Kuliner

SURABAYA (Suarapubliknews) – Badan ekonomi kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Deputi Akses Permodalan dan Perkumpulan FoodStartup Indonesia kembali akan menggelar Kreatifood Expo pada Juli 2019 mendatang.

Kasubdit Pasar Segmen Retail Dalam Negeri, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Muhammad Jufry mengatakan dalam expo tersebut para peserta bisa mempromosikan produk-produk hasil kurasi yang mereka buat.

“Nanti akan ada pameran tanggal 5 sampai 7 Juli (2019). Disana nanti akan kita kumpul sama-sama, mereka akan langsung bisa mempresentasikan produk mereka dihadapan distributor maupun investor,” katanya.

Jufry menambahkan, ajang ini diharapkan sebagai peluang memperluas pasar produk kreatif Indonesia di pasar domestik, hingga tercipta titik temu transaksi jual beli antara produsen dan konsumen.

“Ditopang juga dari kawan-kawan FoodLab dan FoodStartup untuk bertemu dengan reseller, produsen, investor dan lain sebagainya. Tahun 2018 kemarin, capaian Kreatifood berhasil sebanyak 900 juta dan dari bisnis ke bisnis sebesar 2 miliar,” jelas Jufri.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan ekosistem yang positif bagi perkembangan ekonomi kreatif yang tersinergi antara pemerintah, pelaku kreatif, investor, calon konsumen dan masyarakat.

Dalam pameran nanti diharapkan, para pelaku usaha rintisan tersebut bisa menemukan para distributor yang membantu memasarkan hasil produksi mereka. Sehingga wilayah pemasaran semakin berkembang. Karena bukan hanya investor maupun distributor dalam negeri yang bakal menghadiri pameran. Pihaknya memastikan juga akan melibatkan pihak luar negeri.

“Sehingga nantinya mereka tidak hanya sebagai produsen, tetapi mereka bisa masuk kepada konsumen. Kita berharap banyak mereka memiliki atau menemukan distributor dan investor. Jadi disitu kita lakukan B to B, bussines to bussines,” lanjutnya.

Pada Kreatifood Expo 2019, nantinya akan ditampilkan 200 booth yang terbagi dalam lima zona. Antara lain, zona ready to eat, zona ready to drink, zona ingredients, zona food service dan zona food innovation.

Sementara itu Direktur Akses Non Perbankan Bekraf , Syaifullah Agam mengatakan perkembagan digitalkhususnya Digital 4.0 juga harus dapat dimanfaatkan para pelaku kuliner.

“Digital 4.0 merupakan satau cara untuk memasarkan suatu produk secara digital, sehingga tidak perlu mengeluarkan modal terlalu banyak jika pemasaran secara online dilakukan,” katanya.

Hal ini diakuinya sebagi satu cara untuk membentuk ekosistem yang positif bagi perkembangan ekonomi kreatif yang tersinergi. antara pemerintah, pelaku kreatif, investor, calon konsumen dan juga masyarakat. (q cox, Tama Dinie)

Reply