Kunjungi 8 Puskesmas Hingga Jelang Shubuh, Pimpinan DPRD Surabaya Minta Semua Pihak Ikut Jaga Kesehatan Nakes

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyempatkan diri untuk meninjau pelayanan kesehatan di 8 puskesmas yang tersebar di beberapa wilayah Kota Surabaya pada Rabu (14/7/2021) malam.

Reni mulai berkeliling sejak pukul 21.30 hingga menjelang Subuh. Lokasi yang dikunjungi di antaranya Puskesmas Mulyorejo, Bulak Banteng, Simolawang, Banyu Urip, Manukan Kulon, Balongsari, Gunung Anyar, dan Keputih.

Kedatangan Pimpinan DPRD ini dalam rangka memberikan dukungan, semangat, dan ucapan terima kasih kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan petugas yang menjalankan pengabdian luar biasa saat puskesmas buka 24 jam nonstop.

“Dengan datang ke puskesmas-puskesmas ini saya bisa lebih mengetahui dan bisa melihat kondisi langsung bagaimana berjibakunya para nakes dan petugas dalam melayani warga Kota Surabaya di masa darurat ini,” jelasnya.

Reni menilai langkah yang dilakukan Pemkot di kondisi darurat ini guna menyikapi lonjakan kasus yang semakin tinggi. Selain itu, warga yang meninggal di rumah maupun terlambat penanganan medis hampir sering terjadi. Warga kondisi sangat berat mencari RS yang hampir penuh. Disinilah penanganan sejak dini saat gejala ringan menjadi penting.

“Dari pemantauan di 8 puskesmas tersebut cukup beragam. Saat saya turun di lokasi hampir di 8 puskesmas ada warga yang membutuhkan pelayanan. Misalnya di Mulyorejo, ada lima panggilan telepon yang menghubungi dan saat saya di sana, dokter tengah melayani warga yang meminta bantuan ambulan karena kondisi anggota keluarganya sedang sakit di rumah dan membutuhkan informasi terkait ketersediaan rumah sakit,” kata Reni.

Berbeda, di Puskesmas Bulak Banteng dirinya mendapati warga yang datang mengeluhkan batuk pilek selanjutnya pihak nakes melakukan pemeriksaan dan memberi obat dan kemudian pasien diperkenankan pulang. Terpisah, di Puskesmas Simolawang warga mengalami kondisi sesak nafas yang kemudian nakes melakukan tes swab antigen dan didapati hasilnya positif. Pasien kemudian diberi tindakan bantuan oksigen.

“Sementara itu, di Puskesmas Banyu Urip, sebanyak 10 orang warga yang sebelumnya indent isolasi pada malam itu juga diantar isolasi ke Hotel Asrama Haji. Hadir juga di lokasi camat Sawahan yang turun langsung di tempat memberikan support dan memantau petugas yang ada di sana. Saya mengapresiasi camat yang terjun langsung memantau kondisi lapangan karena semakin memberi semangat bahwa para petugas dan nakes itu tidak sendiri,” ucap Reni

Berikutnya di Puskesmas Manukan Kulon, nampak dokter dan perawat mengenakan APD lengkap tengah memeriksa lansia dengan gejala batuk dan mual. Lebih lanjut, di Puskesmas Balongsari warga datang untuk konsultasi mengenai tindakan apa yang dilakukan bagi keluarganya di rumah yang tengah mengalami saturasi oksigen yang rendah. Walau semakin larut ada pula seorang ibu menggendong putranya juga tengah berada di puskesmas.

“Rata-rata yang melakukan panggilan telepon untuk konsultasi gejala covid dan bertanya tentang kebutuhan RS, ada juga yang langsung datang ke Puskesmas. Saat saya di Puskesmas Gunung Anyar lewat dini hari, dokter dan perawat tengah mendatangi warga yang memiliki kondisi kritis dengan saturasinya oksigen 74 sehingga dibawa menggunakan ambulan ke RS dr.Soetomo,” imbuh politisi perempuan PKS ini.

Dirinya berharap disamping puskesmas buka 24, ketersediaan ruang isolasi utamanya di RS sangat penting karena itu yang dibutuhkan warga saat melapor ke puskesmas. Jika RS semua penuh, petugas di puskesmas juga tidak bisa segera memastikan warga diterima di RS karena adanya antrian.

“Terakhir saya bertolak ke Puskesmas Keputih jam 02.19 WIB, ada yang melakukan panggilan telepon dan ada juga yang datang secara langsung,” tutur Reni.

Bagi Reni, perlu diinformasikan kembali kedepannya kepada masyarakat bahwa prioritas pelayanan kesehatan puskesmas saat malam hari diprioritaskan untuk pelayanan pasien maupun yang bergejala COVID-19 karena memang sebagai kebutuhan darurat. Hal ini disebabkan masih ada beberapa pihak yang menanyakan terkait layanan non covid seperti konsul persalinan.

“Nakes dan petugas yang saya kunjungi di 8 puskesmas menjalankan tugas dengan baik, sigap, dan ramah. Nakes yang ada di puskesmas juga dibantu oleh petugas linmas dari kelurahan dan kecamatan sehingga tidak full menjadi beban puskesmas, namun untuk nakes belum ada tenaga tambahan” ujar Reni.

“Semua Nakes yang saya temui tidak mengeluh. Namun saya tahu, beban tugas Nakes sangat berat. Pemerintah harus perhatikan keselamatan dan ketahanan kesehatannya,” lanjut Reni.

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan di 8 puskesmas tersebut Reni mendapati beberapa puskesmas yang sejumlah nakesnya tengah isoman. Menurutnya, SDM nakes juga perlu untuk terus diperhatikan ketahanan kesehatannya. Ia berharap agar jangan sampai kemudian mereka juga terpapar dan sakit.

“Oleh karena itu, sebenarnya relawan kesehatan itu juga perlu untuk diperbantukan di puskesmas. Utamanya puskesmas yang nakesnya memang benar-benar kekurangan. Supaya beban kerjanya tidak terlalu berat yang khawatirnya nanti mereka sakit. Jadi ini relatif sifatnya, di puskesmas yang nakesnya kurang yang saya kira perlu mendapatkan perhatian dan support, saya tahu pemkot tengah mengupayakan ini dan semoga realisasi,” sambungnya.

Terakhir, Reni menyampaikan harapan semoga seluruh pihak yang terlibat, baik Pemkot dan semua unsur masyarakat dalam dalam upaya penanganan COVID-19 berjalan baik dan terus membaik Prinsipnya adalah keselamatan jiwa warga Kota Surabaya adalah hal yang utama.

“Saya mendorong pemkot untuk terus sosialisasi dan edukasi kepada warga Kota Surabaya untuk melakukan penanganan dini ketika sudah ada gejala ke arah covid sehingga tidak perlu menunggu gejala berat. Silahkan memanfaatkan layanan puskesmas yang ada agar kondisi keluarga yang terpapar bisa mendapatkan penanganan secara dini isoman dirumah dengan pantauan dan bantuan obat dari puskesmas atau isolasi di tempat yang disiapkan pemkot. Semoga kembali bisa pulih dan sehat bahagia” harapnya. (q cox)

Reply