Kunker LN Wali Kota Risma Disoal, Pengamat: Sebaiknya Tak Petontonkan Konflik ke Publik

SURABAYA (Suarapubliknews) – Munculnya polemik soal kunjungan ke luar negeri Wali Kota Tri Rismaharini (Risma), seharusnya tidak perlu karena merupakan kegiatan biasa dan wajar bagi seorang Kepala Daerah, sepanjang dampak bagi pemerintahan dan pembangunan wilayahnya jelas.

Pernyataan ini disampaikan Surochim Abdul Salam peneliti senior SSC sekaligus dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM), karena menurutnya hal tersebut menyangkut dua pemimpin perempuan hebat di Jatim, yakni Risma Wali Kota dan Khofifah Gubernur Jatim.

“Saya tidak tahu sebenarnya ada persaingan apa diantara keduanya. Yang saya tahu dua dua nya adalah pemimpin perempuan di Jatim yang sedang naik daun dimata publik,” ucapnya kepada media ini. Minggu (24/11/2019)

Menurut saya, kata Surochim, lebih baik kolaboratif untuk bisa saling memberi nilai plus daripada vis a vis (berhadapan) begitu, karena malah melahirkan energi negatif untuk keduanya.

“Kunjungan luar negeri menurut saya sebenarnya ya biasa-biasa saja, nggak ada yang perlu heboh banget, karena semua ada prosedur dan jika sudah memenuhi semua syarat kan nggak perlu dipolemikkan,” tandasnya.

Wajar juga menurut saya, lanjut Surochim, jika bu Risma sering diundang perjalanan LN karena kaberhasilan memimpin Kota Surabaya. “Menurut saya kok biasa saja, nggak ada yang perlu dihebohkan,” jlentrehnya.

“Saya lihat Bu Risma ini alasannya masuk akal, karena sebenarnya rumusnya hanya patut dan pantas. Ada urgensi dan bisa memberi impact kepada pembangunan kota. Ya sah-sah saja,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Surochim berharap agar kedua pemimpin perempuan potensial Jatim ini (Risma dan Khofifah), kian bisa merekatkan ikatan batinnya karena dua-duanya sudah menjadi tokoh yang dibutuhkan warganya untuk bisa menebar energi positif

“Kian bisa kolaboratif dan bisa saling menguatkan, agar tidak kerap mempertontonkan konflik terbuka dihadapan publik karena sesungguhnya banyak hal yang masih bisa dikolaborasikan diantara keduanya,” harapnya.

“Tugas kita bersama juga untuk merekatkan keduanya karena bagaimanapun Surabaya dan Jatim itu sentrum yang penting bagi kedua pemimpin. Tidak elok juga mereka terus-terusan menampilkan konflik terbuka dihadapan publik,” pungkasnya. (q cox)

Reply