Lindungi Keselamatan Warga, MCCC Surabaya Desak KPU Umumkan Hasil Tes Swab Bapaslon

SURABAYA (Suarapubliknews) – Hasil swab tes dua bakal pasangan calon (Bapaslon) untuk Pilkada Surabaya 2020, sepertinya masih terus menjadi polemik di tengah masyarakat.

Terbaru, desakan agar KPU Surabaya mengumumkan secara terbuka terhadap hasil swab tes kedua bapaslon datang dari Muhammadiyah COVID-19 Command Centre (MCCC) Surabaya.

Hal ini disampaikan melalui press rilis oleh M.Arif An selaku Ketua dan Sekretaris Andi Hariyadi, berupa 6 poin pernyataan sikap terkait tes swab yang digelar KPU Surabaya terhadap dua pasangan bakal Calon Walikota Surabaya yaitu Machfud Arifin – Mujiaman dan Eri C – Armuji, di RSUD Soetomo lalu.

Berikut adalah pernyataan sikap  MCCC Surabaya:

  1. KPU Kota Surabaya hendaknya segera mengumumkan hasil Swab dari ke 2 bakal Calon Walikota Surabaya tersebut secara terbuka dan transparan.
  2. Keterbukaan ini penting karena menyangkut keselamatan dari beberapa masyarakat yang sebelumnya berinteraksi dengan Bakal Calon tersebut.
  3. Bagi pasangan Bakal Calon yang positif diminta agar menyampaikan beberapa kegiatan sebelumnya sehingga Dinas Kesehatan atau pihak rumah sakit bisa mengadakan Tracing.
  4. Pemilihan Walikota Surabaya penting tetapi yang lebih penting adalah keselamatan jiwa masyarakat, untuk itu kami MCCC Surabaya akan mengawal proses Pilkada Surabaya apakah sesuai dengan Protokol Kesehatan.
  5. MCCC Surabaya sangat menyayangkan dalam proses pendaftaran di KPU kedua pasangan Bakal Calon tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, sehingga kerumunan massa tidak terhindarkan.
  6. MCCC Surabaya yang sejak awal Pandemi Covid-19 terus melakukan aksi ke kepedulian, untuk itu para pasangan calon walikota dan para pendukungnya untuk disiplin penerapan Protokol Kesehatan, dan keteladanan ini akan menjadi simpati bagi warga kota Surabaya.
  7. MCCC Surabaya berharap agar KPU kota Surabaya bersinergi dengan Relawan Pendisiplinan Protokol Kesehatan dan instansi terkait untuk aktif melakukan sosialisasi dan edukasi, agar tidak terjadi cluster cluster Covid-19 baru di Kota Surabaya. (q cox)

 

Reply