Luncurkan Buku “Sampai Pagi”, Reni Astuti: Catatan saya sejak awal pandemi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Setelah dua tahun Indonesia bergelut dengan pandemi Covid-19, banyak hal yang tak terlupakan dari berbagai sisi. Di Kota Surabaya sendiri, banyak hal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pahlawan ini, berjuang bersama berbagai jajaran. Termasuk dari para wakil rakyat yang berada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Cerita, kisah dan pengalaman itu dirangkum oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti, hingga terciptalah sebuah buku berjudul “Sampai Pagi”.

“Ini catatan Saya sebagai Anggota DPRD Kota Surabaya, sejak awal pandemi. Hingga tepat di Hari Pahlawan dimana pandemi sudah mulai menurun dan kondisi kota ini semakin membaik. Saya luncurkan buku ini dengan maksud banyak hal yang bisa kita kenang,” tutur Reni Astuti di Gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (10/11/2022) sore.

Dia mengatakan Banyak persoalan, banyak solusi, banyak kebersamaan, banyak perjuangan dan bamyak para pahlawan. Baik dari tenaga medis, dari petugas pemerintah kota termasuk dari para Jurnalis.

“Yang menarik dari buku Sampai Pagi ini adalah banyak aktifitas dari tenaga medis, petugas di lapangan, termasuk teman-teman Anggota DPRD Kota Surabaya yang melakukan pelayanan tak kenal waktu, ya sampai pagi,” tegas politisi dari Fraksi PKS ini.

Reni menyebutkan salah satu contoh saat itu layanan di Puskesmas harus buka 24 jam, pemulasaran juga tiada henti menyiapkan hingga melakukan penguburan yang juga tak kenal waktu.

“Ada 54 media yang kita masukkan di buku ini sebagai contoh betapa teman-teman Jurnalis juga tidak berpangku tangan dalam menghadapi pandemi Covid-19 tersebut,” terangnya.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi atas produktifitas politisi dengan karyanya ini. Dalam sambutannya di peluncuran buku tersebut, dirinya menyebutkan bahwa semua adalah pejuang Covid-19. Dari Dinas Kesehatan dan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergotong royong demi mengatasi pandemi yang sungguh sangat menguras otak, tenaga dan tentunya secara finamsial.

“Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya guyub, bergotong royong bersama masyarakat dan para Jurnalis, seluruhnya fokus untuk melawan pandemi Covid-19. Bagaimana kita memberikan layanan hingga 24 Jam Jangan sampai ada satu masyarakatpun yang tidak terlayani. Nah, melalui catatan dari buku Bu Reni inilah kita bisa membaca dan mengulang catatan yang mungkin sempat terlewatkan,” ungkap Eri Cahyadi.

DIrinya menyatakan bahwa ternyata ujian seberat apapun yang kita hadapi, namun apabila kita hadapi bersama, dengan semangat kekeluargaan, dengan semangat gotong royong akan mampu kita lewati dan lalui dengan saling mendukung.

“Bukan dengan saling menyalahkan, bukan dengan saling menghujat. Tetapi seberat apapun ujian itu akan mampu kita hadapi dengan saling mendukung saling memberikan solusi dan Alhamdulillah hari ini bisa kita buktikan, bisa kita hadapi. Terima kasih masyarakat Kota Surabaya, teman-teman Jurnalis, seluruh jajaran DPRD Kota Surabaya serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya,” ungkap Eri Cahyadi.

Sementara Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono juga menyatakan hal senada. Bahwa perjuangan masyarakat Kota Pahlawan ini dalam menghadapi pandemi Covid-19 patut diapresiasi seringgi-tingginya.

“Selain melakulan pendataan, terbayang kembali bagaimana kita harus menyediakan lokasi isolasi, penanganan yang tak ada kata henti. Kita masih harus menyiapkan pemulasaran dari korban meninggal yang masih harus menunggu 1X24 jam. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada di Kota Surabaya ini,” papar Adi Sutarwijono.

Dirinya menegaskan bahwa tanpa terkecuali kita bergerak bersama, baik Pemkot Surabaya, DPRD Kota Surabaya bahu membahu bersama masyarakat, dan salah satu Anggota DPRD Kota yang produktif adalah Reni Astuti yang telah berhasil mengumpulkan catatan di lapangan sehingga jadilah peluncuran buku ‘Sampai Pagi’ hari ini.

“Saya tidak bisa membayangkan, di tengah perhatian kita bersama bergerak dan berbuat melawan Covid-19, melayani aduan masyarakat, melakukan pendampingan dan lain sebagainya, Bu Reni masih menyempatkan waktunya untuk menulis dari apa yang telah kita lakukan bersama,” urai Adi Sutarwijono.

Dia berharap akan bermunculan dari Anggota DPRD Kota Surabaya yang menerbitkan bukunya dan terus melakukan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat.

“Sehingga keberadaan kami di DPRD Kota Surabaya ini benar- benar bermanfaat bagi warga Kota Pahlawan ini,” tukasnya. (q cox)

Reply