Mas Dhito Targetkan Wilayah Kabupaten Kediri Bebas Stunting Tahun 2022

KEDIRI (Suarapubliknews) – Hanindhito Himawan Pramana Bupati Kediri berharap di tahun 2022 wilayahnya harus terbebas dari stunting atau yang sering disebut dengan gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi

“Terkait program tersebut, saya sudah meminta kepada seluruh satuan kerja agar bersinergi dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting,” Ucap Hanidhito Himawan Pramana Bupati Kediri, yang lekat disapa Mas Dhito. Selasa (4/5/2021)

Menurut Mas Dhito, Tahun 2018 angka stunting Kabupaten Kediri mencapai 29,3 persen. Artinya, setiap 10 balita, 3 balita diantaranya mengalami stunting. Hari ini, Februari terjadi penurunan menjadi 14,10 persen

“Sebenarnya ini sudah mendekati target,dimana target Presiden Jokowi,angka stunting Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2024 dibawah 14 persen,” Jelas Bupati Kediri

Rembug stunting ini, kata Mas Dhito, merupakan aksi ketiga, dimana pada tahun 2019 Kabupaten Kediri ditetapkan menjadi lokasi pelaksanaan Program Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi yang dimotori oleh Dinas Kesehatan bersama dinas terkait

Dan untuk mempercepat pengurangan angka kasus stunting di Kabupaten Kediri, maka dari itu pada 2022 nanti ditargetkan harus benar-benar sudah berada di bawah 10 persen atau dinyatakan telah bebas stunting.

“Kenapa kita perlu membahas dan berkomitmen? .karena untuk Pembangunan sumber daya manusia adalah salah satunya mengurangi angka stunting,” Pungkas Mas Dhito

Kepala Bappeda Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan jika progres pelaksanaan penurunan stunting merujuk pada beberapa aturan. Salah satunya adalah Instruksi Presiden No 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Selain itu Pemkab Kediri juga telah menyusun schedule aksi setiap tahun dan menetapkan 42 desa menjadi lokasi sasaran sejak 2019 hingga 2022 mendatang.

“Untuk Lokasi desa stunting tahun 2022 sebanyak 12 desa di 9 Kecamatan. Artinya sejak 2019 hingga tahun 2022 lokasi desa stunting sebanyak 42 desa di 12 Kecamatan, yang terdiri dari 10 desa lokasi tahun 2019, 10 desa tahun 2020, 10 desa tahun 2020 dan 12 desa tahun 2022,” Pungkasnya. (q cox, Iwan)

Reply