‘Mendadak Daring’, Saksi Pembelajaran Daring Masa Pandemi COVID-19 di UK Petra

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pandemi COVID-19 membuat semua orang harus mau tak mau menyesuaikan dengan kebiasaan baru. Tak terkecuali dalam dunia pendidikan di UK Petra yang harus merubah pola pembelajarannya, dari kelas fisik ke kelas daring.

Kepala ELTC UK Petra Liauw Toong Tjiek, Ph.D mengatkan banyak kisah seru dibalik proses pengalaman baru ini. Kesemuanya ini tertuang dalam buku berjudul “Mendadak Daring”.

“Penerbitan buku ini digawangi oleh Excelence in Learning and Teaching Center (ELTC) UK Petra bekerjasama dengan Office of Institutional Advancement (OIA) UK Petra. Buku ini hadir sebagai dokumentasi pengalaman tak terlupakan di masa COVID-19 terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sekaligus sharing best practices PJJ bagi kampus lain,” katanya.

Buku dengan 248 halaman ini berisi sharing pengalaman dari 43 dosen dari berbagai Program Studi/Fakultas termasuk para dosen Luar Biasa yang ada di UK Petra. Isinya memuat pergumulan pribadi saat para dosen “dipaksa” keluar dari zona nyamannya. Dalam waktu sesingkat mungkin harus memindahkan kelas fisik menjadi daring.

Pengagas buku Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng menambahkan situasi yang memaksa semua dosen mengajar secara daring itu merupakan pengalaman sangat berharga.  Seorang dosen dituntut melakukan proses refleksi, mengevaluasi pengalaman-pengalaman yang terjadi.

“Hingga akhirnya kami mengajak rekan-rekan dosen menuliskan refleksi itu dan dibentuk dalam buku agar kita bisa saling belajar untuk meningkatkan kemampuan diri sebagai dosen,” katanya.

Pada talkshow peluncuran dan lelang buku “Mendadak Daring” ini menghadirkan empat panelis yaitu Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., Dra. Lanny Herawati, Roni Anggoro, S.T., M.A.Arch., Sally Azaria, S. Sos., M.PPO.

Direktur OIA UK Petra, Meilinda, S.S., M.A menjelaskan Setelah tiap panelis mengungkapkan pemikirannya mengenai buku ini akan diadakan lelang yang dipegang langsung oleh OIA UK Petra.

“Hanya akan ada satu buku saja yang dilelang yang sudah ditanda tangani panelis dan editor. Dimulai dengan harga Rp 100.000, penawar tertinggi yang akan memenangkan lelang ini. Kemudian dana yang didapatkan akan diberikan ke UKP Covid-19 Relief Funds.” Jelasnya.

Salah satu yang menarik dalam buku terjadi di Program Studi Arsitektur. Biasanya pola pengajarannya mengharuskan “hidup” di ruang studio selama 28-30 jam seminggu. Hal ini penting untuk membangun kreativitas dan peikiran kritis saat mendesain arsitektur.

Prodi Arsitektur UK Petra Roni Anggoro, S.T. mengatakan ini jelas pengalaman yang baru bagi kami baik mahasiswa maupun dosen. Salah satunya lebih giat memberikan informasi dan monitoring mahasiswa lebih intens baik melalui zoom atau WA grup.

“Bagi mahasiswa yang “menghilang” saya lebih intens mencarinya. Tak hanya itu, saya belajar membuat instruksi saya dalam kalimat lebih sistematis agar mahasiswa tidak malas membacanya,” katanya.

Lelang ternyata berlangsung sangat seru, ada dua penawar yang sama-sama terus menaikkan tawarannya. Mereka berdua sangat bersemangat menawar dengan harga tinggi karena sama-sama tidak ingin ada mahasiswa UK Petra yang berhenti melanjutan studi karena kendala biaya.

Ditengah serunya lelang, salah satu penawar mengusulkan agar 2 buku “Mendadak Daring” yang dilelang. Sehingga akhirnya lelang ini berhasil mendapatkan Rp. 20.000.000 untuk dua pemenang. Buku ini berhasil didapatkan oleh Andar Sirait, Pimpinan BNI Graha Pangeran dan Ajoe Kartika, Anggota Pengawas YPTK Petra.

Sementara itu rektor UK Petra menyampaikan pesannya, “sangat bersyukur. Bantuan lelang ini menyelamatkan dua calon pemimpin masa depan. Dukungan dari peserta lelang ini sangat menyemangati, dan membangun semangat optimis. Bersama-sama, dan dengan perkenan Tuhan, kita akan melewati krisis ini”.

Reply