MIGAS dan Media Harus Bersinergi, Kenapa? Ini Alasannya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kekayaan alam berupa Migas yang dimiliki negeri ini, ternyata tidak bisa dipisahkan dengan peran media massa sebagai sarana sosialisasi produk yang dihasilkan.

Pernyataan ini disampaikan Ali Maschan, Kepala Perwakilan SKK migas Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) di acara Rembuk Migas dan Media yang digelar PWI Jatim rangkaian HPN 2019, yang dipandu oleh Dwi Eko Lokononto (Lucky) sebagai moderator.

“Migas adalah obyek vital nasional strategis, diperkirakan sampai th 2050. Maka diperlukan sinergi dengan media karena saat ini masuk era global,” ucap Ali Maschan saat jadi pembicara. Rabu (6/02/2019)

Pembicara lain adalah Hadi Prast (sapaan Hadi Prasetyo) mantan Asisten II Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mengatakan jika SKK MIGAS sudah waktunya bisa mandiri, karena selama ini masih butuh peran pihak ketiga.

“Memang harus dipersiapkan, mulai dari SDM hingga teknologi yang akan digunakan, agar tidak lagi tergantung dengan pihak ketiga soal pengolahan minyak, punya kilang sendiri, karena selama ini hasilnya selalu jadi barang impor, mentah dari sini dikirim ke luar, setelah jadi diimpor balik,” tuturnya.

Oleh karenanya, Hadi Prast juga berharap peran media hadir di dalamnya, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang berbagai proses dan tahapan yang dilakukan SKK MIGAS.

Saat berita ini dilansir, acara rembuk migas dan media masih berlangsung dengan berbagai materi yang telah disiapkan. (q cox)

Reply