MUFFEST Surabaya Bangkitkan Fesyen Muslim di Jawa Timur

SURABAYA (Suarapubliknews) – Muslim Fashion Fesival semakin memantapkan eksistensinya sebagai event fashion muslim terbesar dengan komitmen untuk terus berperan serta dalam upaya mempromosikan karya desainer tanah air dan menyukseskan tujuan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dan modest wear dunia.

National Chairman Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma mengatakan masa pandemi yang berkepanjangan dengan dampak besar sekali terhadap industri fesyen, para desainer sadar bahwa mereka perlu bergandeng tangan, bergerak bersama dengan menyesuaikan perubahan kondisi sekarang sehingga industri fesyen di Indonesia mulai menggeliat lagi.

MUFFEST ditargetkan untuk membangun industri fesyen bukan hanya di ibukota Jakarta, tetapi juga daerah-daerah potensial lainnya, sehingga kami menjemput bola dengan menghadirkan MUFFEST di kota-kota besar di Indonesia. MUFFEST juga mengajak pelaku dan pengguna fesyen untuk sadar dan memahami penSngnya sustainable fashion.

“Sesuai konsep sustainable, peserta MUFFEST kali ini tidak harus membuat koleksi baru, namun bisa memanfaatkan koleksi lama dengan syarat disesuaikan perkembangan tren terbaru supaya diterima oleh pasar secara luas,” katanya

Kehadiran MUFFEST di Surabaya disambut dengan antusiasme para pelaku industri fesyen muslim yang berbasis di Jawa Timur dan sekitarnya. Melalui pameran dan fashion show di MUFFEST, para pelaku kreaSf dan usaha berharap dapat menggiatkan kembali pasar busana muslim di tanah air, khususnya momen yang potensial menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. MUFFEST berlangsung hingga 11 April 2021 di Pakuwon Mall.

Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat Suwardi, M.Si, mengatakan dengan adanya vaksin, kegiatan ekonomi perlahan mulai meningkat. Sehingga tepat untuk memulai kegiatan ekonomi di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Pemerintah Jatim sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan ini dan berterima kasih kepada IFC dan Dyandra yang telah memprakarsai untuk memulai kembali menggerakkan ekonomi kreasi, khususnya bidang fesyen.

Kegiatan yang mendukung UKM sektor fesyen muslim ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Jatim untuk memfasilitasi UKM. Kegiatan ini bukan hanya untuk masyarakat Jatim dengan ibukota Surabaya saja, karena ada 18 provinsi lainnya yang terkait erat dengan JaSm.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dengan cita-cita yang lebih besar, bukan hanya untuk Surabaya, tapi untuk daerah lainnya di Indonesia Bagian Timur. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat, kami berharap di tahun-tahun berikutnya dapat bekerjasama untuk mendukung kegiatan MUFFEST,” katanya. (q cox, tama dinie)

Reply