Mulai dari Nol Karena Pindah Dapil, Riswanto Pilih Kampanye Tatap Muka

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Riswanto, S.Kom, M.I.Kom, terus menggelar mertemuan dengan masyarakat di wilayah daerah pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Gayungan, Jambangan, Sawahan, Sukomanunggal, dan Wonokromo.

Aktifitas ini terus digeber oleh Riswanto, karena politisi PDIP ini harus memulai dari awal sejak dirinya ditetapkan sebagai Caleg Dapil 4, karena sebelumnya terpilih dari Dapil 3 yang meliputi Kecamatan Bulak, Gunung Anyar, Mulyorejo, Rungkut, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo.

“Tadi pagi blusukan ke pasar yang kedua, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan pedagang, karena saya merasa lebih mengena jika terjun langsung seperti ini. Apalagi status saya masih anggota dewan aktif sehingga bisa membawa aspirasinya ke lembaga DPRD Surabaya,” ucapnya kepada media ini. Minggu (14/10/2018)

Lokasi pasar yang didatangi Riswanto adalah pedagang pasar krempyeng Ngagel Rejo Kecamatan Wonokromo, yang rata-rata mengeluhkan soal tata kelola pasar, terutama soal kebersihan.

“Kondisinya tidak representatif, maka perlu sentuhan serius dari pemkot Surabaya. Namun juga tak sampaikan jika kondisi manajemen PD Pasar Surya Surabaya sedang dalam pembenahan,” tandasnya.

Usai blusukan ke pasar, Riswanto menuturkan jika dirinya mendadak mendapatkan undangan dari salah satu elemen masyarakat dengan label paguyuban keluarga Ponorogo Perantauan di Surabaya.

“Mereka mengundang saya dengan permintaan agar bisa bertatap muka langsung dan menyampaikan aspirasinya, maka tidak pakai pikir panjang, permintaan itu spontan saya kabulkan,” tuturnya.

Intinya, kata Riswanto, mereka menginginkan agar kesenian reog bisa dilestarikan, tidak punah karena perkembangan jaman, maka pemkot berharap peran dan sentuhan pemkot Surabaya.

Disinggung soal suka dan dukanya sebagai Caleg untuk wilayah yang benar-benar baru bagi dirinya, Riswanto hanya menyampaikan bahwa tugas partai harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi yakni dengan target pemenangan.

“Saya harus memulai semuanya dari nol, sehingga harus membangun komunikasi yang intensif kepada masyarakat yang selama ini belum mengenal saya, dan membangun kepercayaan lagi dari awal,” terangnya.

Pasalnya, lanjut Riswanto, popularitas dirinya di dapil sebelumnya sudah mencapai 95 persen, dan elektabilitas sudah bisa mencapai 80-85 persen, tetapi sekarang harus memulai semuanya dari awal dan memerlukan perjuangan ekstra keras.

“Untuk itu saya memilih untuk bertemu face to face dengan masyarakat langsung ketimbang pasang APK, karena sekaligus bisa bersilahturahmi langsung dengan calon pemilih,” pungkasnya. (q cox)

Reply