Muncul Semburan Lumpur dan Gas, Warga Kutisari Geger

SURABAYA (Suarapubliknews) – Semburan lumpur bercampur dengan kandungan gas muncul di sebuah rumah di Jalan Kutisari Indah Utara III No 19, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya, Senin (23/09/19).

Kejadian tersebut, diketahui sekitar pukul 13.00 Wib oleh pemilik rumah. Melihat kejadian itu, pemilik rumah yang juga pimpinan dari PT Classic Prima Carpet Industries kemudian menghubungi pegawainya bernama Waskito.

“Sekitar pukul 13.00 Wib, Itu (semburan) langsung muncul pak, ada semburan kecil. Saya dari kantor dipanggil oleh pimpinan untuk datang ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Waskito saat ditemui, Senin, (23/09) malam.

Karena menimbulkan lumpur, Waskito kemudian berinisiatif untuk menutup semburan kecil itu menggunakan plastik dan glangsing. Namun ternyata, setelah ditutup ternyata semburan itu kemudian pindah ke titik lain.

“Dia (semburan-red) bisa tersumbat, tapi dia pindah ke titik yang lain. Jadi saya simpulkan kalau ini ditutup berulang-ulang maka akan muncul di titik lain,” jelas Waskito.

Kendati demikian, pihaknya kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak RT, Kelurahan dan Kepolisian setempat. “Maka kita laporkan ke semua pihak, RT, kelurahan, Polsek semua bahu membahu mencari solusi,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh petugas PGN (Perusahaan Gas Negara), diketahui semburan lumpur itu ada unsur kandungan gas mencapai 82,6%LEL-m.

“Dari pengecekan yang dilakukan petugas PGN, ada unsur gas metan dan minyaknya juga,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Akp Kadek Ary mengatakan, begitu ada laporan pihaknya langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan kecamatan dan koramil untuk memanggil instansi terkait.

“Tadi sudah ada dari PGN, Dinas Lingkungan Hidup, juga dari SDM untuk mengecek, sejauh mana semburan itu,” kata Kapolsek.

Ia menyebut, untuk sementara waktu rumah tersebut akan dikosongkan. Sedangkan para penghuni rumah, akan tinggal di tempat lain. Saat ini, di lokasi dilakukan penjagaan oleh kepolisian, koramil, dan security internal perusahaan.

“Untuk material yang tumpah nanti akan dimasukkkan ke dalam karung untuk dibawah,” pungkasnya. (q cox, Adk)

Reply