Musda Demokrat Jatim Munculkan 2 Nama Calon Ketua DPD, Surokim Abdussalam: DPP hadapi situasi dilematis

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jatim telah dilaksanakan pada Kamis (20/1/2022) malam. Hasilnya, Musda resmi mengusung dua nama calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak dan Bayu Airlangga.

Beberapa media mengabarkan bahwa Steering Committee (SC) Musda Demokrat Jatim akan segera menyerahkan dua nama calon tersebut ke DPP Partai Demokrat untuk dilakukan tahap fit and proper test.

Menurut Surokim Abdussalam Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Musda Demokrat Jatim kali ini krusial dan bisa jadi rumit. Pasalnya, kedua paslon yang muncul masing masing punya plus minus bagi Demokrat Jatim.

“Walau kita semua tahu bahwa DPP yang akan menentukan semua. Namun, perolehan voters DPC jelas akan memberi tekanan pada DPP dan memberi sinyal kekuatan arus bawah partai,” ucapnya kepada media ini. Jumat (21/01/2022)

Bisa saja DPP mengabaikan itu, kata Surokim, tetapi akan juga beresiko untuk konsolidasi demokrat Jatim 2024. Maka menurutnya DPP harus berhati-hati melihat dinamika yang terjadi dan juga tidak abai melihat dinamika arus bawah.

“Jika jumlah dukungan DPC tidak jauh, saya pikir mas Emil akan mudah mendapat dukungan DPP,” ujarnya.

Namun jika dukungan DPC telak ke Bayu Airlangga, dia mengatakan jika DPP akan juga gamang karena sejauh ini dalam Musda-Musda Partai Demokrat rata-rata yang terpilih yang mendapat dukungan majority dari DPC.

“Mas Emil memiliki dukungan dan restu dari DPP, jelas itu akan menjadi daya tarik bagi DPC sebagai representasi kekuatan elit arus atas.

Namun di sisi lain, lanjut Surokim, Bayu Airlangga sepertinya juga punya dukungan kekuatan arus bawah yang lebih baik dan potensial dari DPC. “Apalagi dibelakang mas Bayu ada kekuatan dan jaringan pakde karwo,” tandasnya.

Maka menurut Surokim, pertarungan keduanya akan sengit dan jika tidak ada ikhtiar jalan tengah yang ciamik (bagus), Demokrat Jatim akan menghadapi situasi pelik dan juga rumit.

“Jika demokrat ingin resiko minimalis dan menjadikan musda kali ini sebagai upaya konsolidasi menuju 2024 maka menyatukan keduanya tetap menjadi jalan ideal. Namun jika jalan itu buntu dan terjadi win and lose dan keduanya jalan sendiri-sendiri, saya pikir Demokrat Jatim akan habis energi untuk konsolidasi dan sulit untuk bisa ekspansif di 2024,” jelasnya.

Terkait Fit and proper test DPP, Dosen komunikasi politik ini berpandangan bahwa sebenarnya adalah peneguhan power DPP dan sangat bergantung kepada kehendak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum.

“Melihat perjalanan selama ini, saya pikir kans mas Emil terbuka. Dan jika melihat perolehan dukungan mas Bayu sebanyak 25 DPC, saya pikir itu juga bukan dukungan kaleng-kalengan, cukup kuat mengambarkan arus bawah bahwa as Bayu masih kuat dan dekat bersama DPC.

Diakhir paparannya, Surokim mengatakan jika DPP juga akan menghadapi situasi dilematis menentukan ketua DPD Jatim. “Walau bisa saja DPP mengabaikan semua itu dan peluang mas Emil akhirnya jauh lebih besar di DPP,” pungkas Dekan Fisib UTM ini. (q cox)

Reply