Namanya Dicatut di Screenshot WA Mantan Kadistamben Tanbu, Bupati Zairullah: Ini fitnah besar, kenapa nama saya dibawa-bawa

TANAH BUMBU (Suarapubliknews) –¬†Beredar di dunia maya (medsos), sebuah screenshot WA yang diduga dari mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, R Dwidjono Putrohadi Sutopo yang¬†diduga ditujukan kepada Mardani H Maming Bupati Tanbu Periode¬†2016-2021.

Namun anehnya, dalam isi screenshot tersebut juga menyebut nama Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar dan anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Hasanuddin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam screenshot, Dwidjono mengeluh kepada Mardani karena ada kabar yang diterima adiknya Bambang dari Zairullah yang mengatakan bahwa Dwijono tidak bisa keluar kecuali Mardani bisa masuk. Sementara Hasanuddin minta disampaikan bahwa Dwi tidak akan keluar penjara kalau Mardani tidak masuk, dan bisa keluar kalau Mardani masuk.

Berikut sebagian screenshot WA Dwijono:

Dan saya sendiri ditelpon penasehat spiritual Zairullah, pesan dari pakle ngomong, pak Dwi tenang saja yang penting jaga kesehatan, dan nanti dalam persidangan sebutkan saja satu masalah pak Mardani sudah cukup. Dan nanti akan ada orang yang akan mengurus dan menyelesaikan masalah pak Dwi“.

Merespon hal ini, Bupati dr. Zairullah Azhar,MSc spontan membantah dengan menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menjurus kearah fitnah. Hal senada juga disampaikan Hasanuddin, SAg. Keduanya mengaku tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan Dwi. Apalagi menghubungi adiknya.

“Itu tidak benar sama sekali. Sekali lagi ini fitnah besar, bertemu saja tidak, mantan anak buah saja bukan, apa urusannya dengan saya, kenapa nama saya dibawa – bawa, tidak ada urusan dengan saya. Apalagi disitu ada menyebut penasehat spritual saya, saya tidak punya penasehat spiritual seperti yang disebutkan. sekali lagi ini sungguh fitnah yang kejam,” kata Zairullah, tegas.

Zairullah menjelaskan bahwa dari Screnshot WA dari Dwi banyak yang menyarankan agar tidak ditanggapi. Tapi menurutnya kalau ini dibiarkan khawatir akan menimbulkan fitnah.

“Oleh sebab itu ini harus diluruskan bahwa ini tidak benar dan ini fitnah yang kejam, puasa – puasa malah menyebar fitnah,” cetus Zairullah.

Demikian pula dengan Hasanuddin, bahwa semua yang di Wa itu tidak benar dan menjurus ke fitnah. “Jadi saya mohon kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita itu karena itu fitnah”ucap Hasanuddin saat dikonfirmasi lewat no hpnya. pada Rabu (20/04/2022)

Seperti diketahui, tersangka Dwi adalah Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu pada periode 2011 sampai dengan 2016 (pesiunan). Ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara, Kamis (2/9/2021) lalu. Kasusnya sekarang bergulir di persidangan Tipikor Banjarmasin. (q cox, Imran)

Reply