Namanya Masuk Bursa Pilwali Surabaya, Didik Farkhan: Aku tak jadi Jaksa aja

SURABAYA (Suarapubliknews) – Tak sedikit yang menilai bahwa reputasi Didik Farkhan mantan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya cukup brilian, apalagi belakangan diperkuat dengan keberhasilannya menyelamatkan 11 aset milik Pemkot Surabaya senilai puluhan triliun.

Didik Farkhan tidak hanya dikenal masyarakat Surabaya tetapi juga Jatim, karena sempat menjabat Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, dan kini menduduki posisi sebagai Koordinator pada JAM Intelijen, Kejaksaan Agung.

Popularitas inilah yang membuat nama Didik Farkhan muncul di bursa Pilwali Surabaya 2020, bahkan disebut langsung oleh Herlina Harsono Njoto anggota DPRD Surabaya tiga periode asal Partai Demokrat.

Menurut Herlina, Surabaya banyak menyimpan tokoh-tokoh potensial yang juga layak maju Pilwali Surabaya pada tahun 2020, yang salah satunya adalah mantan Kajari Surabaya Didik Farkhan.

“Pak Didik Farkhan memiliki modal sosial di Surabaya yang sangat besar,” kata Herlina. Kamis (26/09/2019)

Menanggapi hal ini, Didik Farkhan hanya menyampaikan ucapan terimakasih, dan mengaku bahwa menyelamatkan aset Pemkot Surabaya sudah menjadi tugas dan kewajibannya sebagai Jaksa.

“Mas, aku dadi jaksa wae. Ga cocok dadi walikota he he,” jawab Jaksa kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, dengan nama asli Farkhan Alisyahdi kepada media ini saat dikonfirmasi via ponselnya. (q cox)

Tags:

Reply