Namanya Tak Direkom DPP Nasdem, Ini Respon Vinsensius Awey

SURABAYA (Suarapubliknews) – Akhirnya partai Nasdem pilih memberikan rekom kepada Machfud Arifin (MA) ketimbang kader sendiri yakni Vinsensius Awey yang namanya masuk peringkat pertama dari 3 besar yang diusulkan DPD Nasdem Surabaya melalui proses penjaringan internal.

Merespon kejutan ini, Vinsensius Awey Wakil Ketua DPW Nasdem Jatim, mengaku tidak kecewa bahkan turut menyepakati karena menurutnya apa yang telah menjadi keputusan DPP adalah yang terbaik bagi Nasdem.

“Tentu sebuah keputusan yang terlahir tidak serta merta simsalabim. Ada sebuah proses panjang yang menghabiskan waktu, energi dan materi. Menurut saya keputusan yang diambil sudah cukup rasional, prosedural dan obyektif,” ucapnya kepada media ini. Sabtu (22/02/2020)

Yang jelas, kata Awey, Nasdem telah memberikan ruang kepada kader sendiri dan juga pihak luar kader. Nasdem adalah partai terbuka dan siapapun bisa bergabung dengan nasdem sejauh memiliki tujuan yang sama dalam membangun bangsa berlandaskan spirit restorasi untuk Indonesia.

“Tidak dibatasi kader atau non kader. Nasdem selalu membuka diri dan bahkan berkali kali nasdem jemput bola ke siapa saja untuk bergabung ke nasdem lewat program Nasdem Memanggil,” jelasnya.

“Nah dalam sebuah proses tentu berujung pada finalisasi. Kalau hasil akhirnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tentu kita harus menghargai sebuah keputusan yang diambil,” tambahnya.

Sebagai politisi partai Nasdem yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Surabaya, Awey mengatakan bahwa dirinya siap diberikan kepercayaan dan juga siap untuk belum diberikan kepercayaan.

“Sebagai kader tentu dapat memahami dan menyetujui semua keputusan yang diambil oleh DPP. Saya juga meyakini DPP tentu memperioritaskan kader sendiri. Namun apabila dalam proses berjalan, kader tersebut belum memiliki nilai lebih yang dirasakan cukup untuk dipercayakan sebagai Cawali, tentu kita harus mempercayakan bahwa itu adalah keputusan yang terbaik buat semua orang,” tandasnya.

Menurut Awey, memilih sebuah calon tidak hanya diukur dari status sebagai kader semata atau bukan. Dan juga tidak cukup dilihat dari sisi kecerdasan yang dimiliki kader. Tidak cukup dilihat kemampuan finansial kader.

“Namun juga melihat dari sisi popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas kader tersebut dan bahkan ada pertimbangan non teknis lainnya yang kesemuanya itu menjadi pertimbangan penilaian sendiri kepada calon yang akan diusung oleh Nasdem,” tuturnya.

Oleh karena, lanjut Awey, dengan adanya keputusan DPP Nasdem mengusung Mahfud Arifin, maka sudah CLEAR.

“Semua potensi yang dimiliki nasdem di daerah baik mesin partai, logistik dan tenaga pikiran untuk dicurahkan kepada pemenangan Cawali yang diusung Nasdem,” pungkasnya. (q cox)

Reply