Namanya Tak Masuk Daftar Survei Proximity Indonesia, Ini Komentar Vinsensius Awey

SURABAYA (Suarapubliknews) – Vinsensius Awey Caleg DPR RI asal Partai Nasdem untuk Dapil 1 Surabaya-Sidoarjo, mengaku menerima dengan lapang dada ketika namanya tak masuk dalam daftar urutan survei elektabilitas Lembaga Survei Proximity Indonesia.

“Berarti memang belum dikenal lah. Artinya saya harus kerja keras brooo. Kerja keras untuk mendapatkan tempat di hati warga Surabaya dan Sidoarjo,” ucapnya kepada media ini. Kamis (24/01/2019)

Bagi Vinsensius Awey, jumlah lembaga survey di Indonesia cukup banyak, dan Proximity Indonesia adalah salahsatunya.

“Apapun data penyajian yang diberikan baik yang tingkat kebenaran mendekati sempurna maupun yang jauh dari kesempurnaan, tentu itu sebagai bahan evaluasi untuk kita bekerja lebih giat lagi,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya Lembaga Survei Proximity Indonesia merilis hasil penelitian yang mereka lakukan terkait elektabilitas para Caleg DPR RI untuk Pileg 2019 di Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo khusus di wilayah Kota Surabaya.

Berdasarkan survei itu, mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH berada di posisi puncak. Kamis (24/1/2019),

“Posisi pertama dan kedua ini ditempati kader PDIP. Bambang DH dan Puti Guntur. Berturut-turut, keduanya meraih 23.7 persen dan 16.2 persen,” ujar Direktur Proximity Indonesia Whima Edy Nugroho.

Di posisi ketiga, Whima menjelaskan, ada kader PKB Fandi Utomo dengan perolehan 9.1 persen. “Posisi keempat, Adies Kadir dengan 8 persen. Sedangkan posisi kelima ada Arzeti Bilbina dengan 5.3 persen,” jelasnya.

“Kalau untuk Caleg lainnya juga masuk. Seperti misalnya Bambang Haryo 2.8 persen, Ahmad Dani 2.3 persen, Lucy Kurniasari 2.1 persen, Indah Kurnia 1.9 persen, Syaichul Islam 1.7 persen, Sigit sosiantomo 0.5 persen. Lalu, 4.7 persen responden memilih caleg lainnya dan 22.3 persen sisanya merupakan undecided voters,” pungkas Whima.

Sebagai informasi, survei yang digelar oleh Proximity Indonesia ini menggunakan 800 responden dengan margin error 3.46 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini dilakukan di 31 Kecamatan dan 80 Kelurahan di Kota Surabaya selama kurun waktu 11-20 Januari 2019. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode face to face interview serta menggunakan metode sampling multistage random sampling. (q cox)

Reply