Nempil Kawul Nang Pasar Bukir, Alase Gundhul Kuthane Banji, Kepedulian Akan Lingkungan

PASURUAN (Suarapubliknews) – Komunitas Guru Seni Dan Seniman Pasuruan, kembali menggelar GANDHENG-RENTENG, perhelatan tahunan KGSP berupa pameran seni rupa dan berbagai macam seni pertunjukan.

Ketua Dewan Pembina KGSP, Wahyu Nugroho mengatakan pada perhelatan periode yang ke 10 ini Gandheng-Renteng melibatkan 53 orang perupa se Pasuruan Raya. Dengan tema Nempil Kawul Nang Pasar Bukir, Alase Gundhul Kuthane Banjir. Intinya adalah tentang kepedulian pada lingkungan alam atau lingkungan sosial.

“Tujuan dilakukan presentasi wacana atau pemikiran adalah untuk menanamkan kepekaan dan rasa empati pada persoalan lingkungan alam dan lingkungan sosial secara lebih seksama. Dengan didominasinya paserta dari kalangan perupa muda diharapkan mereka nanti akan menjadi agen perubahan, setidaknya di lingkungannya sendiri,” katanya.

Para perupa tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh tim kurator, yaitu Achmad Rosidi dan Zuhkhriyan Zakaria. Juga mengundang perupa dari berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya daerah yang pergerakan seni rupanya cukup menonjol, di antaranya dari; Surabaya, Malang, Batu, Tulungagung, Gresik, Blitar, Lamongan, Banyuwangi, Probolinggo, Sidoarjo, dan Kediri. Serta mengundang perupa dari Yogyakarta, Solo, dan Bandung.

“Pada perhelatan kali ini tidak sekedar pameran seni rupa tapi lebih sebagai Gerakan Kebudayaan. Yang diperhatikan tidak hanya pada aspek kualitas karya dari sisi visual, juga kedalaman perupa dalam membaca dan merepons dinamika yang terjadi di lingkungannya, lingkungan alam atau lingkungan sosial,” tegas Wahyu.

Perhelatan Gandheng-Renteng #10 dilaksanakan di Gedung Serba Guna Yon Zipur 10, Jalan Balaikota Pasuruan, 13 – 21 Maret 2020. (q cox, Tama Dinie)

Reply