Optimis Jatim Bangkit Jadi Tagline Tahun 2022

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Khofifah menyampaikan, jika tahun 2021 tagline provinsi ini adalah Jatim Bangkit, maka pada tahun 2022 akan menggunakan tagline Optimis Jatim Bangkit. Hal ini diambil berdasarkan hasil diskusi bersama BI, OJK, dan instansi vertikal lainnya.

Ia menjelaskan ada beberapa pilar yang akan mendasari Optimis Jatim Bangkit. Diantaranya, pilar pertama, pasar rakyat ini akan dimaksimalkan untuk dilakukan proses transformasi digital. Jadi digitalisasi pada pasar rakyat akan dimaksimalkan. Inilah salah satu pilar Optimis Jatim Bangkit, jelasnya.

Pilar kedua, pemaksimalan Rumah Kurasi yang diprakarsai oleh Bank Indonesia. Sementara dari Pemprov sendiri telah menyiapkan 6 Pondok Kurasi di bawah Disperindag Jatim. Rumah Kurasi menjadi penting untuk menstandardisasi dari produk-produk UMKM, bahkan sekarang tumbuh produk ultra mikro di Jatim.

“Kita ingin memaksimalkan Rumah Kurasi yabg merupakan inisiasi dari Bank Indonesia dan 6 Pondok Kurasi yang merupakan inisiasi Disperindag Jatim. Kita berharap Rumah Kurasi dan Pondok Kurasi ini akan bisa lebih maksimal karena memang Jatim backbonenya PDRB Jatim dari UMKM sebanyak 57,25%,” katanya.

Pilar ketiga, Pemprov Jatim menyiapkan stimulus bagi masyarakat mengambil pinjaman minimal Rp 10 juta di Bank UMKM Jatim. Ini diperuntukkan bagi pelaku usaha ultra mikro dan mikro di Jawa Timur. “Sehingga maksimal interest pelaku usaha mikro dan ultra mikro 3%. Ini harapannya bisa mendorong dari pergerakan usaha  ultra mikro dan usaha mikro di Jatim,” lanjut Gubernur Khofifah.

Pilar selanjutnya yaitu Lumbung Pangan Nusantara, menjadi bagian sangat penting dalam mewujudkan Optimis Jatim Bangkit. Data dari BPS Jatim, produksi padi di Jatim tertinggi di seluruh Indonesia, hampir tembus 10 juta ton. Kita punya tugas saat ini agar kualitasnya dapat kita tingkatkan.

“Selain itu, kita juga harus meningkatkan kualitas lumbung pangan Nusantara. Maka saya minta untuk wilayah dengan lahan luas seperti Lamongan, Bojonegoro dan Ngawi  dapat di detailkan peningkatan kuantitas dan kualitas  produksi berasnya . Bagi yang telah memiliki waduk seperti Pacitan, Ponorogo, Bojonegoro dan Trenggalek tugas kepala daerah adalah  mematangkan peta irigasinya sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh petani,” pintanya.

Karena sekarang yang penting bukan hanya kuantitas saja, namun juga kualitas. Jadi harus dipikirkan bagaimana kita bisa memproduksi beras yang kualitasnya bukan medium saja, tapi bisa premium dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Lebih jauh disampaikan, pilar Optimis Jatim Bangkit juga bisa didasarkan oleh pelaksanaan program sederhana seperti Desa Wisata Halal dan Industri Halal. Mengingat, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim tertinggi di dunia.

“Indonesia saat ini merupakan importir halal food terbesar dunia karena penduduk Indonesia memang banyak. Maka dengan pengenalan industri halal ini, kita berharap dari importir menjadi eksportir halal food terbesar di dunia. Rumah kurasi  bisa membantu verifikasi produk terutama UMKM agar bisa mendapatkan standardisasi label halal serta  kualitas produk sehingga  akses pasar yang dijangkau bisa lebih luas,” tutup Gubernur Khofifah. (q cox, tama dinie)

Reply