Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Sumatera Selatan, Gubernur Khofifah Semai Semangat Guyub dan Rukun Antar Sesama

PALEMBANG (Suarapubliknews) ~ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan 60 orang yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat (Pama) Jatim Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2022-2026 di Kantor Gubernur Griya Agung, Kota Palembang.

Berdasarkan pada Surat Keterangan Nomor: 001/SKEP/Pama Jatim/VIII/2022 yang dikeluarkan pada Agustus 2022, secara khusus Gubernur Khofifah melantik KH Amiruddin Nahrawi sebagai Ketua Umum paguyuban Jawa Timur di Provinsi Sumatera Selatan.

Gubernur Khofifah mengatakan pelantikan pengurus paguyuban ini merupakan pertemuan antara Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya yang menjadi kekuatan besar untuk membangun Nusantara.

“Nusa itu artinya pulau dan antara adalah pulau bagian terluar. Maka Mahapatih Gajah Mada bertekad dan menguatkan untuk mempersatukan pulau-pulau terluar hingga disebutlah nusantara,” ujarnya.

Kemudian, Gubernur Khofifah melanjutkan, tekad Gajah Mada hingga bersatunya pulau-pulau terluar terwujud setelah beliau berpuasa (Amukti Palapa). Melihat hal tersebut, Ia mengingatkan ada sisi spiritual di dalam sejarah kebangsaan Indonesia yang kuat sekali dan itu ada di dalam Pancasila khususnya pada sila pertama.

“Maka ruh spritualitas masyarakat Jatim yang berkumpul di dalam paguyuban ekawangi, Ronggolawe, masyarakat pecel lele, ikama dan sebagainya menjadi perekat dan kekuatan kita bersama hidup di Nusantara,” ungkapnya.

Menurutnya, pertemuan kekuatan besar Majapahit dan Sriwijaya dalam paguyuban masyarakat Jatim di Sumsel bisa menjadi penguat pilar NKRI. Ada kesamaan tekad membangun persaudaraan dan persatuan di Nusantara.

“Ini menjadi referensi kita semua apakah 9 suku besar di Sumsel atau 51 suku di Sumsel ditambah berapa banyak suku dari beragam daerah salah satunya dari Jatim, maka inilah Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi tetap satu, belumlah cukup dan bisa terpecah kalau tidak diikat dengan Pancasila,” tegasnya.

Untuk menguatkan Bhinneka Tunggal Ika yang diikat Pancasila, Gubernur Khofifah meminta paguyuban masyarakat Jatim di Sumsel bisa menjadi penguatan untuk membangun partnership dan kolaborasi. “Jadi bukan saya dan anda, melainkan kami. Jadi bagaimana kemudian kekamian itu menjadi kekuatan bagi Sumatera Selatan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberadaan masyarakat asal Jatim di Sumsel juga harus diakui menjadi bagian dari kekuatan Sumatera Selatan. Mereka melakukan sesuatu yang produktif baik di sektor ekonomi, memberikan kontribusi yang kuat di sektor pendidikan terutama Pesantren, serta membangun solidaritas sosial.

Maka, menjaga kearifan bermasyarakat, kearifan berbangsa dan bernegara menjadi sangat penting untuk menjaga kekompakan, keguyuban dan kerukunan. Jadi tag line Jatim adalah guyub rukun.

“Ya guyub ya rukun. Kalau ini dijadikan tagline warga Jatim di Sumsel bagus juga. Ya guyub ya rukun. Maka di dalam paguyuban ada kerukunan yang selalu disemai dan dihidupkan,” nya. Maka kalau ini sebuah paguyuban , pesan saya, tolong guyub rukun. Ya guyub ya rukun. Kerukunan itu akan berseiring dengan harapan Pak Gubernur Sumsel bahwa zero conflict yang diharapkan bisa diwujudkan di Sumatera Selatan,” imbuhnya.

Terakhir, Gubernur Khofifah berpesan kepada Gubernur Sumsel dan Kyai Amir untuk titip masyarakat asal Jatim di Sumsel. Melalui Strong partnership dan strong collaboration dirinya optimis proses integrasi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara menjadi semakin kuat.

“Paguyuban menjadi penting sebagai perekat proses kohesi sosial. Maka yang ada adalah satu Indonesia yaitu NKRI. Selamat menjalankan amanat dan tugas. Setelah dilantik, saya mohon teruslah menyemai damai, kasih dan bahagia sejahtera,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Anita Noeringhati, forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono, Ketua Paguyuban Jatim Sumatera Selatan, Para Kepala OPD Provinsi Sumatera Selatan dan Para Kepala OPD Jatim. (q cok, tama dini)

Reply