Pameran Koperasi & UMKM Jatim Menuju Revolusi Digital 4.0

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan, ada sekitar 1.250 pelaku UMKM baru yang bisa masuk dan berlaga di dunia daring sepanjang tahun ini.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Ahmad Basuki mengatakan bahwa pasar daring adalah sebuah keniscayaan bagi UMKM jika ingin maju dan berkembang.

“Untuk itu, Pemprov Jatim berupaya melakukan sosialisasi dan pembekalan agar mereka yakin mampu bertarung di pasar online atau daring, salah satunya pada event Pameran Koperasi dan UMKM Jatim 2019,” katanya.

Pameran Koprasi dan UMKM Expo 2019 bertemakan “Reformasi total Koprasi era revolusi digital 4.0”. melibatkan 38 Kabupaten/Kota dari seluruh Jawa Timur dengan Icon UMKM Lamongan serta 10 provinsi lain yang terlibat, BUMD, dan beberapa UKM Mandiri, akan memamerkan produk unggulan terbesar di Jatim.

Pameran Koperasi dan UMKM ke-7 ini Pemprov Jatim berkolaborasi dengan pelaku e commerce, diantaranya Shopee, Tokopedia, Blibli, Gojek serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jatim yang akan memberikan pelatihan gratis bagi para UMKM agar siap bersaing, apalagi saat ini masuk industri 4.0

“Pameran ini juga untuk mendorong pencapaian target Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jatim untuk bisa memasukkan sebanyak 1.250 pelaku UMKM baru di dunia daring. Saat ini, total UMKM Jatim yang telah masuk daring mencapai 5.000 UMKM. Jumlah tersebut hanya sebesar 30 persen dari total jumlah UMKM di seluruh Jatim,” papar Basuki.

Dalam pameran ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur juga turut memeriahkan dengan menyuguhkan acara Festival Kopi Jawa Timur 2019 pada outdoor space yang mengusung berbagai kompetisi kopi seperti Coffee Roasting Competition dan Innovative Product Competition.

Kepala Bidang Industri Agro Disperindag Provinsi Jatim, Heri Wiriantoro menambahkan selain itu juga ada talkshow inspiratif tentang perkembangan bisnis kopi khususnya Jawa Timur dengan mengundang beberapa pembicara dari berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, lembaga penelitian seperti Puslitkoka dan Coffeepreneur.

“Festival Kopi pada tahun ini lebih fokus pada proses pengolahan kopi (roastery dan inovasi produk). Festival kopi ini diharapkan mampu menghadirkan IKM kopi terbaik Jawa Timur serta menyajikan berbagai hasil kreatifitas dalam membuat olahan kopi,” jelasnya.

Direktur Utama PT. Amara Satu Raya, Yusuf Karim Ungsi, selaku penyelenggara mengatakan total peserta pameran tahun ini mencapai 282, meningkat dari tahun lalu yang hanya sekitar 212 peserta.

Pameran yang digelar selama sepekan yakni tanggal 7-11 Agustus 2019 ini menargetkan transaksi Rp6 miliar dan 35 ribu pengunjung. Target tersebut naik dibanding tahun 2018 yang menghasilkan transaksi sekitar Rp4 miliar dengan jumlah pengunjung tercatat 32 ribu orang selama pameran.

“Tahun kemarin 32 ribu lebih dan sekarang kami menargetkan 35 ribu lebih selama pameran berlangsung, karena untuk tahun ini juga didukung marketplace yang diharapkan menjadi pendorong jumlah pengunjung dan nilai transaksi,” tutupnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply