Pandemi Akselerasi Perubahan Perilaku Berbelanja Online & Literasi Konsumen Bertransaksi Digital

JAKARTA, (Suarapubliknews) – Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan e-commerce menjadi industri utama yang mendorong pertumbuhannya.

Dibalik angka pertumbuhan yang sangat tinggi, perilaku konsumen menjadi elemen penting untuk memahami tren bisnis maupun peluang bagi para merchant bahkan platform e-commerce itu sendiri untuk terus dapat beradaptasi di tengah pandemi.

VP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengatakan pandemi telah mengubah banyak hal dalam keseharian masyarakat, termasuk perilaku saat bertransaksi digital. Riset yang dilakukan Kredivo bersama Katadata Insight Center tahun ini memperkuat kesimpulan kami bahwa adopsi e-commerce akan terus meningkat tiap tahunnya.

Disamping meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce, pandemi juga mendorong masyarakat untuk berpindah ke transaksi digital. Riset pada tahun ini menunjukkan bahwa pandemi juga berdampak pada akselerasi penggunaan paylater menjadi metode pembayaran pilihan yang cepat, mudah dan aman di e-commerce.

“Sebagai pelaku pembiayaan berbasis digital terdepan, tentunya kami optimis bahwa berbagai temuan ini dapat mendorong visi perusahaan untuk melayani 10 juta pelanggan pada 2025 melalui solusi pembiayaan yang cepat, terjangkau dan mudah diakses,” katanya saat peluncuran riset tahunan edisi kedua Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia 2021.

Riset menunjukkan pada tahun 2020, rata-rata nilai transaksi e-commerce mengalami kenaikan pada hampir semua kategori produk jika dibandingkan tahun 2019. Pengguna metode pembayaran paylater pun meningkat selama pandemi. Dari konsumen yang menyatakan pernah menggunakan paylater, 55% pengguna baru menggunakannya di saat pandemi. Selain untuk membeli kebutuhan mendesak atau berbelanja dengan cicilan pendek, sebanyak 41% konsumen memilih fitur paylater untuk mengontrol cash flow (pengeluaran bulanan).

Expert Panel Katadata Insight Center (KIC), Mulya Amri menjelaskan besarnya data Kredivo yang diteliti membuat pihaknya dapat melihat secara dekat perubahan maupun dampak yang terjadi pada industri e-commerce dari tahun 2019 ke tahun 2020 di tengah pandemi ini.

“Melalui pendekatan bottom up yang berdasarkan data primer, riset ini hadir sebagai pelengkap dari laporan atau riset yang selama ini hanya menggunakan pendekatan makro atau analisis top-down, tanpa menganalisis perilaku konsumen e-commerce secara lebih komprehensif,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga menyambut baik hadirnya riset dari Kredivo ini, menurutnya disadari pandemi membawa banyak perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat sehari-hari. Jadi memang penting untuk bisa mempelajari tren dan perilaku konsumen online, bukan hanya bagi pelaku industri e-commerce tapi juga para penyedia layanan digital pendukung ekosistem e-commerce seperti fintech.

Industri digital memang ditantang untuk terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan konsumen. Seiring meningkatnya popularitas e-commerce maupun paylater sebagai metode pembayaran selama setahun terakhir, kami berharap riset Kredivo ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital negeri lebih cepat lagi,” katanya. (q cox, tama dinie)

Reply