Pantau Penyaluran BST, Pimpinan DPRD Surabaya Minta Pemkot Pastikan Nasib Seluruh MBR

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti memantau lokasi penyaluran BST di daerah Putat Jaya pada Rabu (28/7). Kedatangan pimpinan dewan ini kali kedua dalam rangka memastikan jalannya proses pemberian BST. Sebelumnya, Reni juga telah mengunjungi kelurahan Ketabang dan Pacar Keling pada Senin (26/7/2021) lalu.

Selama turun ke lapangan, Reni menyoroti dua hal dalam penyaluran BST ini. Pertama, teknis pelaksanaan penyaluran bantuan. Kedua, jumlah penerima BST yang mengalami pengurangan kuota, sehingga ada warga yang tahun 2020 mendapatkan bantuan namun kini tidak terdaftar sebagai penerima BST. Kondisi ini hampir ditemukan di setiap kelurahan.

“Secara umum total penerima manfaat di Kota Surabaya berjumlah sekitar 268.194 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sesuai data realisasi BST Februari 2021. Saat Juli 2021 ini alokasi BST se Surabaya menurun menjadi 172.872 KPM.  Di kelurahan Putat Jaya saja misalnya tahun lalu ada 7000 KPM penerima BST, saat ini jadi 4200 KPM. Pengurangan 2800 KPM ini angka yang tinggi juga dan kemudian menjadi pertanyaan dari beberapa pengurus RT/RW maupun warga,” jelasnya

Reni mendorong Pemkot dalam hal ini Dinsos agar memastikan betul nasib warga MBR yang tahun lalu mendapat bantuan, akan tetapi sekarang tidak terdaftar sebagai penerima manfaat.

“Semoga MBR yang tidak menerima BST, akan dapat bantuan sebagai penerima PKH atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kemensos,” harap Reni.

Jika dari ketiga skema bantuan Kemensos ini warga yang sudah masuk data MBR tidak dapat bantuan apapun, maka harus ada solusi. Reni mendorong Pemkot segera siapkan skema bantuan lain sambil mengusulkan ke kemensos agar semua yang masuk data  MBR juga masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebagai penerima bantuan. Kelurahan dan dinas sosial sudah ada datanya, agar segera diberikan solusi.

Seusai mengunjungi lokasi penyaluran BST, Reni kemudian berkunjung ke kediaman sejumlah warga MBR yang dilaporkan tahun lalu menerima bantuan tetapi tahun ini bukan sebagai penerima BST.

Saat blusukan ke rumah warga, Reni menyaksikan langsung kondisi warga yang ekonominya tidak mampu dan MBR ini beragam. Mulai dari janda yang dagang jajanan ringan, hingga ada seorang ibu menderita stroke, anaknya yatim kuliah sambil usaha mikro bantu ekonomi keluarganya.

“Disaat pandemi berkepanjangan seperti ini, warga MBR yang kondisi susah harus ada solusi bantuan dari pemerintah kota,” pungkas Reni. (q cox)

Reply