Pasar Modal Indonesia Catat Pertumbuhan Positif, OJK Optimis Penghimpunan Dana tahun 2022 Bisa Capai Rp115 triliun

SURABAYA (Suarapubliknews) – Secara umum, kinerja Pasar Modal Indonesia di sepanjang tahun 2022 masih mencatatkan pertumbuhan yang positif, tercermin dari kinerja IHSG yang telah mencapai level 6.597,99 di tanggal 13 Mei 2022 (+0,25% dari posisi Des 2021).

Hal ini disampaikan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A – Otoritas Jasa Keuangan Luthfy Zain Fuady. Bahkan pertumbuhan IHSG di tahun 2022 ini beberapa kali menembus rekor baru dan yang tertinggi yakni di level 7.276,19 pada tanggal 21 April 2022, melampaui IHSG sebelum terjadinya pandemi.

“Sementara itu, kapitalisasi pasar per 13 Mei 2022 ini mencapai Rp8.861,00 triliun atau naik 7,73% dibandingkan posisi akhir tahun 2021 yakni Rp6.581 triliun. Pencatatan rekor tertinggi,” katanya Senin (23/5).

Aktivitas penghimpunan dana di Pasar Modal juga masih bertumbuh secara positif, terutama pada tahun 2021, dimana OJK telah menerbitkan 194 surat efektif bagi perusahaan yang akan melakukan penawaran umum dengan total nilai emisi mencapai Rp363,29 triliun dan 55 perusahaan diantaranya adalah Emiten baru.

Sementara per 13 Mei 2022, OJK mencatat telah menerbitkan efektif atas Pernyataan Pendaftaran sebanyak 75 emisi dengan total penghimpunan dana sebesar Rp88,28 triliun. 18 diantaranya merupakan Emiten baru.

Selanjutnya, dari sisi Kinerja Reksa Dana, meskipun mencatatkan penurunan sebesar 2,61% (ytd) dari sebelumnya sebesar Rp578,44 triliun pada 30 Desember 2021 menjadi sebesar Rp563,37 triliun per 13 Mei 2022, namun total AUM dana kelolaan produk pengelolaan investasi mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,89%, mencapai Rp856,73 triliun.

Perkembangan Pasar Modal Syariah juga mengalami peningkatan, dimana per 13 Mei 2022, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup pada 199,90 poin atau meningkat sebesar 5,76% dibandingkan indeks ISSI pada 30 Desember 2021 sebesar 189,02 poin.

Berbagai indikator pasar modal yang bergerak cukup positif tersebut, cukup memberikan optimisme terhadap perkembangan Pasar Modal Indonesia di tahun 2022. Namun demikian, OJK tetap mewaspadai dan terus mengantisipasi perkembangan geopolitik dan ekonomi dunia, yang saat ini masih terus bergerak dinamis.

“Kami tetap masih optimis bahwa sepanjang tahun 2022, kinerja Pasar Modal masih akan mencatatkan pertumbuhan yang positif. Oleh karenanya, Kami juga menargetkan total penghimpunan dana di tahun 2022 ini bisa mencapai Rp115 triliun dengan optimisme peningkatan jumlah investor yang juga cukup signifikan,” ungkap Luthfy didampingi Direktur Penilaian Perusahaan PT BEI, I Gede Nyoman Yetna. (Q cox, tama dnie)

Reply