Pasca Erupsi, Tak Semua Warga Sekitar Gunung Agung jadi Pengungsi

BALI (Suarapubliknews.news) – Meski Gunung Agung telah erupsi dan memuntahkan lava pijar, namun tidak membuat seluruh warga di desa sekitar turut menjadi pengungsi dengan alasan masih merasa aman.

Pengungsi hanya datang dari Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, namun terbanyak dari Desa Ban, dan sebagain lagi pengungsi mandiri yang memilih tinggal dengan keluarganya dengan membawa hewan ternak mereka.

Padahal, sesuai rekomendasi PVMBG, jarak awal Gunungapi Agung, Level III atau siaga, warga diminta menjauh minimal jarak 4 km dari puncak kawah Gunung Agung, namun sebagian warga Dusun Perasan Desa Ban yang tinggal hanya berjarak 6 km, masih bertahan dirumahnya.

Salah satu warga Dusun perasan, Desa ban, Kecamatan Kubu, Karangasem bernama Nengah Sadia, mengaku belum bersedia menungsi dikarenakan radius 6 km dari puncak kawah gunung agung.

Namun mengatakan jika harus tetap waspada status gunung agung yang sewaktu-waktu bisa erupsi, karena tiap harinya selalu ada guncangan gempa bumi meskipun intensitas kecil, dan mereka masih ketakutan dengan erupsi sertai lontaran lava dan batu pijar. (q cox)

Reply