Pastikan Stok Bahan Pokok Aman, Jelang Nataru Gubernur Khofifah Sidak Pasar Tambakrejo

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tambakrejo Surabaya guna memastikan kebutuhan stok bahan pangan jelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Gubernur Khofifah langsung menjumpai dan menyapa beberapa pedagang mulai penjual sembako, daging, daging ayam, bawang merah dan bawang putih, cabe rawit, cabe merah  serta telor. Di  pasar tersebut pihaknya menanyakan harga-harga bahan pokok apakah ada kenaikan atau tidak.

“Ada 25  pasar yang menjadi titik pantau oleh BPS. Salah satunya yaitu Pasar Tambakrejo ini. Maka saya melakukan peninjauan cek harga, cek supply, cek pemenuhan kebutuhan dasar atau sembako masyarakat. Kita melihat stoknya aman pada masa Nataru ini. Apakah beras, daging, ataukah telur, minyak goreng, gula Insya Allah stoknya sangat aman,” katanya.

Los pertama yang dikunjungi yaitu Toko Warinten yang menjual  berbagai kebutuhan pokok seperti kopi, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, kentang, wortel dan sebagainya.

Selanjutnya, Ia mengunjungi los buah milik Ucok. Menurut keterangan penjual beberapa buah mengalami kenaikan harga, ada pula yang stabil  tidak naik  harganya. Adapun buah yang naik harganya seperti Buah Semangka dari biasanya Rp. 8.000 per kg menjadi Rp. 11.000 per kg. Untuk Buah Apel Fuji hanya Rp. 35.000 per kg. “Pak Ucok, apa ada kenaikan harga untuk buah-buah ini? Mudah-mudahan laris nggih Pak,” sapanya.

Menanggapi hal tersebut, Ucok menyampaikan terima kasih sudah mengunjungi los miliknya. Dikarenakan cuaca hujan yang terus menerus beberapa buah mengalami kenaikan harga. “Buah Semangka ini bu biasanya Rp. 8.000 per kg sekarang Rp. 11.000. Trus untuk Melon sekarang tidak ada stok sama sekali,” jelasnya.

Selanjutnya Gubernur Khofifah meninjau los penjual daging  ayam dan daging sapi. Harga daging  ayam dan daging sapi relatif tidak ada kenaikan. Namun untuk daging sapi kualitas premium mengalami kenaikan harga sekitar Rp. 2.000 per kg.

Lebih lanjut disampaikan, per hari ini, Jumat (24/12), ada kenaikan harga pada telur. Harga per kg telur mencapai Rp. 30.000 dari Rp. 27.000 per kg. Harga daging ayam dan sapi relatif tidak ada  kenaikan , kecuali harga daging sapi kualitas premium ada kenaikan  harga Rp. 2.000 per kg.

Berdasarkan data Disperindag Jatim, harga daging sapi berbagai varian harganya juga dalam posisi stabil. Daging sapi grade atas Rp.125.000, Daging sapi grade sedang Rp.120.000, Daging sapi grade bawah Rp. 90.000.

Sementara untuk harga Daging Ayam Broiler. Rp.34.000, Daging ayam kampung (Tanpa jeroan)/ekor Rp.50.000. “Daging sapi di bawah kualitas premium harganya stabil. Stoknya aman. Beras dan gula stoknya aman dan harganya stabil,” jelas Gubernur Khofifah.

Masih terkait kenaikan harga, Gubernur Khofifah menjumpai harga cabai rawit dijual dengan harga Rp. 85.000 per kg. Kenaikan ini disebabkan oleh musim penghujan. Sementara sejak dua bulan ini harga minyak goreng mengalami kenaikan harga.

Diantaranya Bimoli spesial (1ltr) Rp.19.000, Bimoli spesial (2ltr) Rp.38.000, tanpa merk/curah (1kg) Rp.19.000. “Harga CPO dunia ini memang mengalami peningkatan. Harga minyak goreng menjadi sangat tergantung pada harga CPO dunia,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi borong bahan pokok. Meskipun masa Nataru ini masyarakat akan meningkatkan kebutuhan di rumah. “Kembali saya sampaikan bahwa stok bahan pangan pada masa Nataru ini sangat  aman, jadi masyarakat saya minta untuk tidak melakukan aksi borong,” pinta Gubernur Khofifah.

Turut mendampingi, Kadisperindag Jatim Drajat Irawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim Hadi Sulistyo, Kepala Divre Bulog, Satgas Pangan Polda Jatim, Kepala Disperindag Kota Surabaya, dan Kepala Pasar Tambahrejo. (q cox, ama dinie)

Reply