Pekan Depan Pemprov Jatim Mulai Fasilitasi Vaksinasi untuk Difabel dan SDMK di Jatim

JEMBER (Suarapubliknews) – Pekan depan Pemprov Jatim vaksinasi bagi masyarakat akan diperluas kepada segmen disabilitas. Dirinya juga mengimbau kepada semua asosiasi disabilitas di Jawa Timur, agar dapat koordinasi dengan Dinsos dan Dinkes Kab/Kota dan Provinsi.

Gubernur Khofifah mengatakan hal ini suda dibahas melalui  rakor virtual dengan Dinsos dan Dinkes Kab/Kota se Jatim agar pelaksanaannya dapat dipercepat. “Khusus disabilitas vaksin yang digunakan adalah Sinopharm,” katanya.

Dalam kunjungan ke Unej, Gubernur Khofifah juga meminta kepada civitas Unej untuk menjadi jujugan tempat vaksinasi bagi SDM kesehatan dan juga para difabel yang ada di Kabupaten Jember. Hal ini dikarenakan vaksin yang digunakan oleh SDM kesehatan berbeda dari sebelumnya. Kali ini menggunakan vaksin moderna, sementara untuk difabel menggunakan vaksin Sinopharm.

“Jadi sekarang sudah boleh disampaikan kepada asosiasi Difabel di Jember dan sekitarnya. Izin Pak Rektor, juga ketua KAUJE mudah-mudahan Sabtu depan atau Jumat depan atau Kamis depan. Posisi vaksinnya ada Moderna itu untuk SDM Kesehatan, jadi harus pakai pakta integritas. Tapi difabel menggunakan Sinopharm sudah boleh,” jelas Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menginstruksikan kepada Wakil Bupati Jember untuk mengkoordinasikan vaksin khususnya untuk pendataan para difabel melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.

“Semoga tempatnya bisa diijinkan disini. Karena sangat memadai, saya lihat tempat ini tempat vaksinasi yang luar biasa. Bilik-bilik untuk tempat perempuan disiapkan sangat bagus dan representatif,” pungkasnya.

Berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN data nasional hingga 30 Juli 2021, ketercapaian vaksinasi dosis pertama dengan jumlah 7.582.522 orang. Sementara untuk dosis kedua, Jatim secara nasional sebanyak 3.119.838 orang. Di Kab. Jember sendiri, hingga 29 Juli 2021 total jumlah vaksinasi yang telah terlaksana berjumlah 3.712 orang dengan target harian 18.714 orang dengan prosentase ketercapaian target 19,84%. (q cox, tama dinie)

Reply