Pembentukan Takmir Masjid Graha Kuncara Sidoarjo Diwarnai Aksi Walk Out

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Untuk menghindari konflik, Kepala Desa Kemiri Kabupaten Sidoarjo akhirnya mengeluarkan Surat Keputusannya no.07/2019 tentang pembentukan takmir Masjid Graha Kuncara.

Dalam susunan takmir, pembagian posisi ketua hingga seksi telah diisi oleh masing-masing kubu yang berseteru. Dan di akhir keputusan, masing-masing jamaah bersepakat adanya pembagian tugas yang ditunjuk oleh Kepala Desa Kemiri .

Pertemuan ini dihadiri semua pengurus tahmir berdasar SK Kepala Desa, termasuk para pembina yayasan yang sekaligus selaku pendiri. Hanya ketua yayasan yang ijin tidak hadir karena ada kepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan.

“Alhamdulilah dengan terbitnya SK yang dikeluarkan oleh kepala desa kemiri akan susunan tahmir sangat bisa diterima oleh para jamaah dari kedua kubu dan berencana akan siap bekerja dalam memakmurkan masjid graha dengan penuh kebersamaan,” ucap Kadaryono selaku pembina. Kamis (22/08/2019)

Di acara pertemuan ini juga menentukan tupoksi masing-masing pengurus dan seksi yang efektifnya dijalankan mulai awal bulan september 2019 ini.

Semoat terjadi tarik ulur saat agenda pembagiaan Imam Ruwatib karena salah satu kubu menginginkan pembagian imam dengan komposisi 3:3:1, tetapi kubu lainnya menginginkan komposisi 4:2:1, dan berharap doa qunut bisa dijalankan lagi.

Untuk mengambil keputusan, Ketua Takmir Moktar menggelar voting karena telah dianggap kuorum yakni absensi kehadiran jamaah masjid telah mencapai hampir 80%, yang hasil votingnya mayoritas ke komposisi 4:2:1, sehingga salah satu pembina kubu sempat melakukan aksi walk out.

“Rapat ini sudah saya ketok palu bahwa imam ruwatib masjid yang bertugas memimpin jamaah dalam beribadah setiap minggunya 4 hari bagi nadliyin dan 2 hari bagi faham muhamadiyah serta 1 hari diagendakan untuk adakan pengajian umum,” tukas Mohtar selaku ketua tahmir baru. (q cox, NH)

Reply