Pemkab Kediri Kembali Salurkan Bantuan Beras ke Warga Terdampak Covid-29 untuk Tahap Dua

KEDIRI (Suarapubliknews) – Sebagai wujud perhatian pemerintah serta memenuhi kebutuhan pokok bagi warga terdampak Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menyalurkan bantuan sembako berupa beras, Rabu (6/05/2020)

Dalam penyaluran tahap dua ini, sedikitnya 75 ton beras yang bersumber dari pengadaan Pemkab Kediri dibagikan untuk warga dari kalangan pedagang kecil, UMKM, pedagang kaki lima dan industri kecil menengah.

Pendistribusian beras dilakukan di Kecamatan Wates sebesar 13 ton, Kec. Kandat 27 ton, Kec. Pare 23 ton dan Kec. Kandangan 12 ton.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, S.Sos. mengatakan, pada penyaluran tahap dua ini Pemkab Kediri telah menyiapkan 500 ton beras dengan penerimaan masing-masing 10Kg per KK.

“Pada tahap satu lalu Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyalurkan 180 ton beras yang bersumber dari cadangan beras pemerintah, Baznas dan donatur untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri. Sementara untuk tahap kedua ini beras bersumber dari pengadaan Pemerintah Kabupaten Kediri dengan jumlah yang dipersiapkan sebesar 500 ton,” terang Slamet.

Sementara itu Camat Kandat, Ahmad Wito Subagyo, mengatakan, pada penyaluran tahap satu lalu terdapat 2.670 penerima di Kecamatan Kandat. Sementara untuk tahap dua ini terdapat 2.719, ada tambahan 49 penerima.

“Mewakili warga Kecamatan Kandat, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri. Beras ini nantinya akan didistribusikan bagi kalangan pedagang kecil, UMKM, pedagang kaki lima dan industri kecil menengah,” kata Camat Kandat.

Penyaluran bantuan beras dari Pemerintah Kabupaten Kediri ini juga bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi masa pandemi Covid -19. Sehingga diharapkan dengan adanya bantuan ini masyarakat tidak panik dalam menghadapi pandemi ini serta dihimbau untuk terus mengikuti anjuran dari pemerintah, sehingga dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (q cox, Iwan)

Reply