Pemkot dan SRC Gelar Pelatihan Perdana, Toko Kelontong Surabaya Diajari Manajemen Ritel

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Sampoerna Retail Community (SRC) mulai merealisasikan program Sinau Kelontong Surabaya (SKS) dengan menggelar pelatihan perdananya di kantor Kecamatan Pakal, Surabaya, Selasa (2/11/2021). Pelatihan perdana kali ini diikuti oleh 33 pemilik toko kelontong di wilayah Pakal.

Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan pelatihan kali ini untuk menindaklanjuti kolaborasi Pemkot Surabaya dengan pihak SRC dalam program Sinau Kelontong Surabaya. Pelatihan kali ini merupakan pelatihan perdana dan merupakan kelas pertama yang akan diikuti oleh para pemilik toko kelontong, dan kelas keduanya akan digelar mulai Januari 2022.

“Peserta yang hadir dalam pelatihan perdana ini sebanyak 33 orang yang merupakan anggota koperasi di Kecamatan Pakal. Mereka dilatih oleh pihak SRC. Khusus pelatihan perdana ini mereka mendapatkan materi manajemen ritel, termasuk pula bagaimana cara membuka pola pikir dari pemilik toko kelontong agar bisa bersaing di era pandemi seperti ini,” kata Trio di sela-sela acara tersebut.

Setelah menggelar pelatihan di Kecamatan Pakal, pelatihan yang sama juga akan digelar di 11 kecamatan lainnya. Sebab, untuk tahap pertama ini masih akan menyasar 12 kecamatan di Surabaya. Sedangkan 19 kecamatan lainnya akan diikutkan pada tahap kedua, sehingga diharapkan semua kecamatan se Surabaya akan tersentuh program SKS ini.

“Jadi, tahap pertama menyasar 12 kecamatan dan akan dilatih dua kali, yaitu kelas pertama dan kelas kedua. Nanti tahap kedua akan menyasar 19 kecamatan dan akan dilatih dua kali juga, sehingga pelatihan ini bisa merata se Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Ritel Engagement SRC Area Surabaya Jayagus Pradi yang juga memberikan materi dalam pelatihan itu menjelaskan bahwa materi pertama kali ini adalah dasar-dasar ilmu manajemen ritel, termasuk tentang operasional toko yang biasa disebut dengan rapi, bersih, dan terang. Menurutnya, ini materi dasar dan sangat fundamental, sehingga dia berharap para pemilik toko kelontong ini mau melakukan hal-hal yang sangat sederhana dan sangat mendasar.

“Jadi, pertama-tama yang kita sasar adalah mindset para pemilik toko kelontong supaya mereka memiliki kemauan untuk berubah dan berkembang. Hal ini sesuai dengan komitmen kita dengan Pemkot Surabaya untuk bersama-sama mendorong berkembangnya toko kelontong ini,” tegasnya.

Ia juga mengaku menyampaikan materinya dengan bahasa-bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh para pemilik toko kelontong. Bahkan, materi-materi yang disampaikan itu sesuai dengan apa yang mereka perlukan untuk mengembangkan toko kelontongnya, sehingga para pemilik toko kelontong itu terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan itu.

“Apalagi, materi yang kami sampaikan ini merupakan hasil dari pengalaman kami dalam mengedukasi toko-toko kelontong, sehingga kami sangat yakin apabila peserta SKS ini mau melakukannya dengan serius, pasti akan memperoleh omzet yang signifikan dan pasti meningkat,” ujarnya.

Camat Pakal Tranggono Wahyu Wibowo mewakili warga Pakal menyampaikan terimakasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang terus mendorong anggota koperasi toko kelontong untuk segera bangkit dari keterpurukan selama pandemi Covid-19. Ia juga menyampaikan terimakasih banyak kepada pihak Dinas Perdagangan Kota Surabaya dan SRC yang telah menjadikan Kecamatan Pakal sebagai tempat pertama dalam kegiatan SKS ini.

“Saya juga sudah sampaikan kepada warga yang ikut pelatihan itu untuk tidak kalah dengan semangatnya Pemkot Surabaya dalam mendorong perkembangan toko kelontong. Saya minta warga untuk mempunyai komitmen yang kuat untuk mensukseskan kegiatan SKS ini sekaligus untuk menaikkan kembali pendapatan toko kelontongnya,” kata Tranggono.

Ia juga bersyukur warga yang diundang itu bisa hadir semuanya dan bisa mengikuti pelatihan itu dengan antusias. Tranggono memastikan bahwa 33 peserta yang hadir itu berasal dari semua kelurahan di Kecamatan Pakal dan tergabung dalam koperasi Kecamatan Pakal.

“Karena mereka sudah perwakilan dari semua kelurahan di wilayah Pakal, maka saya meminta kepada mereka untuk memenuhi semua kebutuhan warga Pakal, karena disadari atau tidak, toko kelontong ini yang paling dekat dengan warga. Jadi, saya ajak mereka untuk memperbaiki tokonya supaya bisa memenuhi kebutuhan warga Pakal,” pungkasnya. (q cox)

Reply