Pemkot Kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik di Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Putera Sampoerna Foundation menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) program Guru Binar, di ruang kerjanya, Rabu (14/9/2022).

Program yang disepakati bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Putera Sampoerna Foundation adalah untuk meningkatkan kualitas 200 guru mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD hingga SMP di Surabaya.

Pada saat penandatanganan MoU program Guru Binar, Wali Kota Eri Cahyadi didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Erna Purnawati, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh dan dihadiri oleh Head of Guru Binar Putera Sampoerna Foundation, Juliana.

Wali Kota Eri Cahyadi berharap, program yang dijalankan bersama antara pemkot dengan Putera Sampoerna Foundation itu akan memberikan perubahan dan dampak baik terhadap kualitas pendidikan di Kota Pahlawan. “Kita dukung dan support, karena kan program ini bisa meningkatkan kualitas guru, terlebih itu (Guru Binar) dapat disinergikan dengan program Kurikulum Merdeka dari pemkot,” harap Wali Kota Eri Cahyadi, di ruang kerjanya.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengatakan, setelah para guru mengikuti pelatihan, meminta Dispendik Surabaya untuk melakukan pendampingan dan pemantauan. Tujuannya adalah untuk mengetahui dampak nyata dari pelatihan program Guru Binar.

Selain pemantauan, ia juga meminta Kepala Dispendik Kota Surabaya untuk melakukan pendataan guru. Setelah dinilai berhasil, guru yang lain akan diikutkan program Guru Binar secara berkelanjutan.

“Setelah mengikuti pelatihan, dipantau terus. Kalau sudah ada perubahan, diberi insentif sebagai bentuk apresiasi kepada para guru. Baik itu perubahan cara belajar, kurikulum dan lain sebagainya,” kata Cak Eri Cahyadi.

Untuk saat itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, untuk sementara ini ada 200 tenaga pendidik yang mengikuti program Guru Binar. Yusuf menerangkan, pelatihan yang diberikan kepada tenaga pendidik itu diantaranya, mengenai model pembelajaran, strategi saat mengajar dan lain sebagainya.

“Kemudian itu nanti diimplementasikan dan dievaluasi kembali, lalu dilihat kurangnya dimana. Karena pada saat dia (guru) mengajar itu kan harus didokumentasikan sebagai bahan evaluasinya. Kalau gaya mengajarnya menyenangkan, otomatis materi pelajaran dikelas akan mudah diserap oleh anak – anak,” terang Yusuf.

Setelah 200 guru yang ikut program Guru Binar itu berhasil, tenaga pendidik lainnya juga akan diikutkan kegiatan ini. “Kami evaluasi dulu pelaksanaanya dan pengembangan modelnya. Setelah itu kami bersama Putera Sampoerna Foundation akan melakukan pengembangan di setiap wilayah, kemudian dibentuk kelompok – kelompok agar metode pembelajaran yang diberikan merata,” kata Yusuf.

Di sisi lain, Head of Guru Binar Putera Sampoerna Foundation, Juliana menjelaskan, program Guru Binar ini untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengajar dan meningkatkan kualitas belajar siswa. Bentuk dari pelatihan Guru Binar ini bersifat swapacu serta bisa memilih kelas yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan setiap tenaga pendidik. Bahkan, jam mengajarnya pun juga disesuaikan dengan kebutuhan masing – masing tenaga pendidik.

Setelah mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan, baik itu secara langsung atau melalui online, para tenaga pendidik itu diwajibkan mengimplementasikan ilmunya di dalam kelas ketika mengajar sembari direkam. “Lalu portofolionya akan kami analisa, kemudian akan kami beri sertifikat. Sertifikat itu nantinya bisa digunakan untuk modal pengalaman masing – masing tenaga pendidik ketika kenaikan pangkat,” jelas Juliana.

Juliana menambahkan, program ini telah dilaksanakan pada Februari – Juni 2022. Rencananya, setelah penandatanganan MoU dengan wali kota, program Guru Binar akan dilaksanakan kembali secara berkelanjutan.

“Tanggapan dari Pak Wali mengenai program ini sangat positif. Terlebih, tadi beliau meminta para tenaga pendidik untuk lebih berkomitmen dan termotivasi dalam meningkatkan pengembangan dirinya, demi menghasilkan generasi yang berkualitas,” pungkasnya. (Q cox)

Reply