Pemprov Dukung Dukung Face Shield Karya Despro ITS

SURABAYA (Suarapubliknews) – Face shield  menjadi salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang penting karena berguna melindungi wajah para tenaga medis. Berdasarkan dari data yang diterima Laboratorium Integrated Digital Design ITS, saat ini kebutuhan masker mencapai 270.000 buah.

Kepala Laboratorium Integrated Digital Design Departemen Desain Produk Industri ITS Djoko Kuswanto ST mengatakan panic buying menjadi salah satu bentuk respon masyarakat terhadap merebaknya Covid-19 ini.

“Dunia medis pun ikut terguncang, dengan berkurangnya APD, akibat panic buying, yang sebetulnya sangat dibutuhkan tenaga medis. Jumlah APD yang kian menurun inilah, yang menggugah ITS bersama Asosiasi Printer 3D Indonesia ikut memberikan bantuan APD dengan memproduksi Face Shield Mask ini,” katanya.

Akan ada dua jenis prosedur produksi yang diterapkan. Tujuannya adalah efisiensi kerja produksi. Metode 3D Printing, menjadi opsi pertama, kelebihan metode 3D Printing sendiri, barang dapat terproduksi lebih detail sesuai yang dirancang. Akan tetapi, untuk kondisi gawat seperti saat ini, 3D Printing memakan waktu produksi yang cenderung lama.

Maka, alat yang dikenal dengan CNC Router menjadi opsi untuk mengatasi hal itu. CNC Router merupakan mesin yang dilengkapi dengan digital signal processing (DSP) dalam proses memotong atau mengukir suatu bahan tertentu. Sistem kerja dengan CNC Router adalah substractive atau dengan melakukan pengurangan.

Dengan menggunakan bantuan CNC Router, bekerja sama dengan Laboratorium Protomodel ITS, kecepatan produksi Face Shield Mask ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan, khususnya di Jawa Timur dengan permintaan yang telah mencapai 35.000 buah. Satu CNC Router memiliki kecepatan produksi hampir sama dengan 200 sampai 400 printer sekaligus.

Digunakan dua jenis plastik untuk membuat masker darurat ini. Yaitu plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Polyethylene terephthalate (PET). Masker darurat ini pun harus diproduksi dengan memerhatikan keamanan bahan yang digunakan.

Kedua jenis plastik yang dipilih, adalah dua jenis plastik yang aman digunakan termasuk untuk kepentingan medis. Pasalnya, dua jenis plastik itu juga dapat digunakan sebagai pengemas bahan pangan.

“Proses pembuatan didampingi oleh tenaga ahli kesehatan dari Rumah Sakit Universitas Airlangga, untuk menjaga standart dan kesehatan relawan yang tergabung dalam proyek ini,” tutup Djoko.

Wakil Gubernur Jawa timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan Apa yang dilakukan oleh ITS dan Unair dapat membantu langkah Pemprov Jatim untuk memenuhi alat pelindung diri (APD) yang diperlukan tenaga medis.

Karena itulah, Pemprov Jatim akan memastikan stok bahan baku membuat face shield masih tersedia. “Kami coba bantu dengan pengadaan bahan produksi,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga akan membantu dengan menyediakan sanitizer, masker untuk mahasiswa yang bekerja membuat face shield. “Semoga rekan-rekan yang membuat face shield ini selalu diberi kesehatan,” lanjut Emil. (q cox, tama Dinie)

Reply