Pemprov Jatim Terima Bantuan Ventilator dan Beasiswa Bagi Anak Terdampak Covid-19 dari IA-ITB

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur baru saja mendapatkan bantuan berupa 3 Ventilator Parametrik tipe PM-01 yang merupakan karya anak bangsa dan beasiswa senilai Rp. 76.000.000 untuk anak yatim terdampak Covid-19.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Plh Sekretaris Daerah Jawa Timur Heru Tjahjono dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Jatim di Ruang Brawijaya, Kantor Gubernur Jatim, Surabaya.
Plh Sekretaris Daerah Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari kerjasama semua lini masyarakat. Termasuk pemerintah dan swasta, untuk bahu-membahu menghadapi krisis Covid-19.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi IA ITB atas bakti yang diberikan kepada daerah. Insyaallah bantuan ini akan kami gunakan sebaik-baiknya dan beasiswa akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.
Meski _positivity rate_ di Jatim cenderung melandai, tapi masih diperlukan kewaspadaan untuk mempertahankan kondisi tersebut. Dirinya meminta agar fasilitas dan perlengkapan medis harus dalam keadaan siap, termasuk ventilator darurat yang sangat dibutuhkan untuk pasien gejala sedang dan berat.
“Sesuai data dari Kementerian Kesehatan, 32 kabupaten/kota di Jatim sudah masuk level 1. Rumah Sakit Lapangan di berbagai daerah seperti Indrapura dan Ijen Boulevard juga sudah relatif lengang. Tapi bukan berarti kita bisa santai, fasilitas dan layanan medis harus selalu dalam kondisi siap siaga,” terang Heru.
Selain itu, euforia masyarakat juga harus ditekan demi mencegah terjadinya lonjakan kembali. Sebab, kelalaian seseorang dalam bertindak dapat berakibat pada menyebarnya kasus baru. “Kadang masih kita lihat ketika saking senangnya masyarakat karena kasus positif sudah melandai, euforia mereka sulit dikekang. Semua jadi suka keluar rumah, jalan-jalan ataupun berkerumun. Ini harus dikekang, jadi usaha kita melalui pengadaan vaksinasi dan ventilator tidak sia-sia,” pesannya.
Sementara itu, Ketua IA ITB Pengurus Daerah Jatim Saritomo mengatakan, ventilator yang diberikan kepada Pemprov Jatim sudah mendapat izin edar dan dapat digunakan untuk keperluan pelayanan Covid-19.
“PM-01 ini sudah berlisensi dan merupakan kebanggaan karena merupakan produk anak negeri. Penggunaannya juga tidak terbatas di ICU saja, tapi juga bisa digunakan di IGD. Selain itu, ventilator ini juga portabel sehingga bisa digunakan di dalam ambulans,” terangnya.
Pihaknya berharap bisa membantu pemerintah untuk percepatan pembangunan pasca krisis Covid-19. Karenanya, IA ITB telah menyusun berbagai program proaktif yang dapat menyukseskan tujuan pemerintah dalam memerangi pandemi. Termasuk vaksinasi yang akan bekerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi di Jatim.
“Kami betul-betul berharap bahwa apa yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk masyarakat di masa pandemi ini. Selain ventilator dan beasiswa, kami juga membentuk Satgas Covid-19 di dalam organisasi. Satgas inilah nanti yang rencananya akan mengadakan vaksinasi di bulan November mendatang,” tutur Saritomo.
Bantuan ini, adalah bagian dari program “Teknologi Untuk Kemanusiaan” yang merupakan hasil kerjasama antara IA ITB Pengurus Daerah Jawa Timur dan IA ITB Komisariat 85. Bantuan ini didukung oleh PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) dan merupakan kelanjutan dari penyerahan tahap pertama, pada 10 Agustus 2021 lalu sebagai bagian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.
Turut hadir dalam penyerahan simbolik bantuan ventilator dan beasiswa itu Sekretaris IA ITB Jatim Nurlinawati, Bendahara IA ITB Jatim Aida Noviasari, Ketua Satgas Organisasi IA ITB Jatim Heru Prabowo, PIC Pemberdayaan Masyarakat Pesisir BKNU Egan Amriel, Kabid Penerapan Inovasi Teknologi (PIIT) Puguh Iryanto, Direktur Utama Saka Energi Indonesia Avep Disasmita, Stakeholder Relation Manager SIPL-SEML Erry P. Affandi, serta Teknisi Parametik Dhiki. (q cox)

Reply